NABIRE — Dalam sambutannya pada acara Pengukuhan Ketua dan Pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Nabire masa bakti 2025–2030, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa PKK memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga dan mendukung pembangunan daerah, khususnya di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Aula GKI Maranatha Malompo, Nabire, Senin, (2/6/2025) turut dihadiri Wakil Bupati Nabire, Ketua DPRD, para kepala OPD, tokoh agama, organisasi wanita seperti Persit, Bhayangkari, dan Dharma Wanita, serta para pengurus TP-PKK tingkat distrik.
“Saya pikir ini bukan soal hubungan suami istri. Tapi karena ini adalah jabatan, maka wajib dilantik secara resmi. PKK adalah mitra pemerintah yang harus aktif, terutama di kabupaten Nabire yang menjadi kota sentral dan ibu kota Provinsi Papua Tengah,” ujar Bupati.
Ia menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari menurunnya aktivitas pertanian akibat gangguan keamanan, hingga naiknya harga produk lokal seperti bawang dan cabai karena menurunnya produksi dalam daerah.
“PKK harus ambil bagian. Jangan hanya simbolik, tapi hadir di tengah masyarakat. Ajak keluarga kembali aktif bertani, kembali mencintai produk lokal, agar kita bisa suplai kebutuhan pangan bukan hanya untuk Nabire, tapi juga ke kabupaten-kabupaten sekitar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Mesak Magai menekankan pentingnya peran ibu-ibu dalam rumah tangga dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi kehadiran laki-laki dalam kepengurusan TP-PKK kali ini, yang menurutnya mencerminkan semangat inklusif dan gotong royong.
“Saya kira PKK itu hanya untuk ibu-ibu, ternyata bapak-bapak juga bisa bergabung. Ini bukti bahwa kesejahteraan keluarga adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya peran perempuan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa visi besar pembangunan Kabupaten Nabire mencakup aspek keamanan, ekonomi, dan ketahanan keluarga. Peran TP-PKK, menurutnya, harus menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat distrik dan kampung, bersinergi dengan Posyandu, Persit, Bhayangkari, dan organisasi wanita lainnya untuk mengatasi persoalan seperti stunting, gizi buruk, dan ketahanan pangan.
Di akhir sambutannya, Bupati Mesak Magai mengajak semua pihak untuk menjaga dan melindungi Nabire sebagai kota berkat bagi kabupaten lain di wilayah pegunungan Papua Tengah.
“Kita semua harus jadi berkat bagi sesama. Mari kita lindungi Kabupaten Nabire dari segala gangguan, agar tetap menjadi kota yang aman, makmur, dan menjadi pusat penggerak pembangunan di provinsi ini,” tutupnya. (MB)






