Menu

Mode Gelap
700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat

Headline

Seminar Pembangunan Yang Adil dan Berkelanjutan, Staf Ahli Gubernur Papua Tengah: Pembangunan Harus Inklusif, Partisipatif, dan Berkeharian

Etty Welerbadge-check


					Seminar Pembangunan Yang Adil dan Berkelanjutan, Staf Ahli Gubernur Papua Tengah: Pembangunan Harus Inklusif, Partisipatif, dan Berkeharian Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini disampaikan oleh Ukkas, S.Sos., M.K.P., Staf Ahli Gubernur Papua Tengah bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus, saat membuka seminar bertajuk “Pembangunan yang Adil dan Berkelanjutan” di Adamant Hotel, jayanti Nabire Papua Tengah, Jumat (30/5/2025).

Dalam sambutannya, Ukkas menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk membangun Papua Tengah yang lebih baik, khususnya di tengah ancaman terhadap kelestarian hutan dan perubahan iklim.

“Saya percaya bahwa membangun Papua tidak cukup hanya dengan keberkatan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pemerintah hadir,” ujar Ukkas.

“Jadi kita harus kolaborasi, kita harus bersinergi bagaimana membangun wakua ke depan, khususnya wakua benar.”

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pendekatan pembangunan baru yang bersifat inklusif, partisipatif, dan berkeharian.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, berkeharian, dan berbagi,” tegasnya.

Pernyataan Ukkas menjadi sorotan penting dalam seminar yang diselenggarakan oleh WALHI Papua bersama Jikalahari. Acara ini digelar untuk membahas tantangan nyata di Papua Tengah, termasuk deforestasi yang masih terus terjadi. Berdasarkan data WALHI Papua, sekitar 27.000 hektar hutan alam hilang pada Maret 2025 akibat aktivitas industri besar, seperti perkebunan sawit, tebu, tambang, dan pembalakan liar.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah, anggota DPR, tokoh adat, aktivis lingkungan, jurnalis, dan akademisi. Diskusi yang berlangsung diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dalam menghadapi krisis lingkungan dan memperkuat peran masyarakat adat dalam perlindungan hutan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perekda Deiyai Bawa Kuliner Tradisional ke Panggung Festival TIFA 2026

5 Juli 2026 - 11:17 WIB

IMG 20260705 WA0025

700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

4 Juli 2026 - 11:24 WIB

WhatsApp Image 2026 07 04 at 20.08.55

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air, Tim Patroli Kejar Pelaku Pembakaran Pesawat di Yahukimo

3 Juli 2026 - 13:34 WIB

IMG 20260703 WA0117

Rafael Taorekeyau Jabat Ketua KNPI Kabupaten Mimika Periode 2026-2029

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

IMG 20260703 WA0101

Dekranasda Deiyai Kembali Raih Juara Umum di Festival TIFA 2026, Mimpi Gelar Festival Danau Tigi Makin Besar

3 Juli 2026 - 11:54 WIB

IMG 20260703 WA0050
Trending di Headline