TIMIKA — Dalam semangat kemanusiaan dan solidaritas iman, Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah membuka Posko Pusat Kemanusiaan untuk membantu warga sipil yang terdampak konflik bersenjata di wilayah Intan Jaya dan Puncak, Papua.
Mengusung semangat dari motto Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Baru, OSA, yaitu Ego Sum Ostium (Akulah Pintu Bagi Domba-domba-Ku), aksi ini merupakan terjemahan nyata dari panggilan iman untuk berdiri bersama mereka yang tertindas dan terpinggirkan.
Konflik berkepanjangan yang melibatkan aparat TNI-Polri dan TPNPB telah mengakibatkan penderitaan mendalam bagi masyarakat sipil. Situasi ‘gencatan senjata’ yang sejatinya menjanjikan kedamaian justru menciptakan ketidakpastian, ketakutan, hingga gelombang pengungsian besar-besaran. Anak-anak dan warga sipil kini mengalami tekanan psikologis dan krisis kebutuhan dasar.
Dalam pernyataannya, Pemuda Katolik Komda Papua Tengah menyampaikan seruan sebagai berikut:
- Mendesak dihentikannya gencatan senjata antara TNI-POLRI dan TPNPB yang berdampak buruk pada warga sipil.
- Meminta pemerintah menghentikan pengiriman pasukan militer, baik organik maupun non-organik, ke wilayah konflik.
- Mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan damai, humanis, dan bermartabat.
- Meminta negara membuka ruang dialog inklusif berbasis kemanusiaan.
Sebagai bentuk keprihatinan, Posko Kemanusiaan akan menerima bantuan sukarela dari umat Katolik dan masyarakat umum dalam bentuk:
Bahan makanan diantaranya Beras, mie instan, telur, minyak goreng, gula, kopi, makanan kaleng, dll.
Pakaian Layak Pakai untuk pria, wanita, remaja, bayi, serta selimut dan kelambu.
Obat-obatan dan alat mandi termasuk sabun, sikat gigi, dan keperluan pribadi lainnya.
Alat Tulis Sekolah seperti Buku, pensil, bolpoin, dan ATK lainnya.
Donasi Dana: Melalui rekening Bank Papua atas nama *Pemuda Katolik Komda Papua Tengah*, nomor rekening 9000201137745.
Posko Kemanusiaan dibuka setiap hari:
Tanggal : 25 Mei – 5 Juni 2025
Waktu: Pukul 08.00 – 21.00 WIT
Lokasi : Asrama Pusat SMP Bukit Meriam, Halaman Gereja Katolik Bukit Meriam, Timika
Koordinator Posko, Kristianus Madai, menekankan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata solidaritas lintas iman dan kemanusiaan. Ia mengajak seluruh umat Katolik di lima dekenat Keuskupan Timika serta para pemerhati kemanusiaan untuk bersama-sama berbela rasa dan memberi harapan bagi para pengungsi dan korban sipil di wilayah konflik.
“Manusia diciptakan Tuhan untuk saling menjaga dan mengasihi. Mari kita wujudkan cita-cita bersama: hidup damai, hidup bersaudara,” ujarnya Madai dalam konfrensi Pers pada Senin, (26/5/2025). (MB)






