MIMIKA – Dua kelompok tani di Kelurahan Kamoro Jaya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses melakukan panen perdana tanaman kangkung organik. Momen ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat asli Kamoro, yang mulai menapaki jalan baru menuju kemandirian melalui pertanian sehat. Sinin, (26/05/2025).
Panen yang dilakukan ini merupakan bagian dari Kamoro Bertani, sebuah pilot project pertanian organik yang digagas Kelurahan Kamoro Jaya sejak Maret 2025. Fokus utama dari program ini adalah membangkitkan kembali semangat bertani di kalangan masyarakat asli Kamoro, dimulai dari tanaman yang sederhana namun bernilai gizi tinggi seperti kangkung organik.
Suasana haru terasa saat para petani memetik hasil kerja keras mereka. Di antara barisan daun hijau segar yang tumbuh subur, tampak wajah-wajah penuh bangga. Beberapa petani bahkan tak kuasa menahan air mata. “Kami tidak pernah menyangka bisa menanam sendiri dan hasilnya sebagus ini,” ucap seorang petani dengan mata berkaca-kaca.

Suasana Panen
Kepala Kelurahan Kamoro Jaya, Musdalifah, yang turut hadir dalam panen tersebut, mengungkapkan kebahagiaannya.
“Saya sangat tersentuh melihat kegigihan mereka. Ini awal yang luar biasa dan menjadi bukti bahwa masyarakat Kamoro juga bisa bertani,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa para kelompok tani telah terbentuk, semuanya terdiri dari kepala keluarga asli Kamoro. Mereka memilih kangkung sebagai komoditas awal karena mudah dibudidayakan dan memiliki permintaan tinggi di pasar.
“Kami menanam kangkung organik karena lebih sehat dan cepat tumbuh. Ini sangat cocok untuk memulai,” jelas Musdalifah.
Yang lebih membanggakan, hasil panen ini tidak hanya digunakan untuk konsumsi pribadi. Kangkung organik dari Kamoro Jaya akan dipasarkan di pasar-pasar lokal di Mimika. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari perputaran ekonomi berbasis pertanian yang menguntungkan masyarakat secara langsung.

Suasana Panen
“Kami ingin warga tidak hanya menanam, tapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari hasil pertaniannya,” tambah Musdalifah.
Meski minim dukungan dari instansi pemerintah dan dinas pertanian, masyarakat Kamoro membuktikan bahwa dengan semangat, kerja sama, dan kemauan belajar, mereka mampu menghasilkan produk pertanian yang sehat dan berkualitas.






