Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Panen Perdana Kangkung Organik di Kamoro Jaya: Haru dan Harapan Baru bagi Masyarakat Kamoro

adminbadge-check


					Foto Bersama Perbesar

Foto Bersama

MIMIKA – Dua kelompok tani di Kelurahan Kamoro Jaya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses melakukan panen perdana tanaman kangkung organik. Momen ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat asli Kamoro, yang mulai menapaki jalan baru menuju kemandirian melalui pertanian sehat. Sinin, (26/05/2025).

Panen yang dilakukan ini merupakan bagian dari Kamoro Bertani, sebuah pilot project pertanian organik yang digagas Kelurahan Kamoro Jaya sejak Maret 2025. Fokus utama dari program ini adalah membangkitkan kembali semangat bertani di kalangan masyarakat asli Kamoro, dimulai dari tanaman yang sederhana namun bernilai gizi tinggi seperti kangkung organik.

Suasana haru terasa saat para petani memetik hasil kerja keras mereka. Di antara barisan daun hijau segar yang tumbuh subur, tampak wajah-wajah penuh bangga. Beberapa petani bahkan tak kuasa menahan air mata. “Kami tidak pernah menyangka bisa menanam sendiri dan hasilnya sebagus ini,” ucap seorang petani dengan mata berkaca-kaca.

Whatsapp Image 2025 05 26 At 19.20.00

Suasana Panen

Kepala Kelurahan Kamoro Jaya, Musdalifah, yang turut hadir dalam panen tersebut, mengungkapkan kebahagiaannya.

“Saya sangat tersentuh melihat kegigihan mereka. Ini awal yang luar biasa dan menjadi bukti bahwa masyarakat Kamoro juga bisa bertani,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa para kelompok tani telah terbentuk, semuanya terdiri dari kepala keluarga asli Kamoro. Mereka memilih kangkung sebagai komoditas awal karena mudah dibudidayakan dan memiliki permintaan tinggi di pasar.

“Kami menanam kangkung organik karena lebih sehat dan cepat tumbuh. Ini sangat cocok untuk memulai,” jelas Musdalifah.

Yang lebih membanggakan, hasil panen ini tidak hanya digunakan untuk konsumsi pribadi. Kangkung organik dari Kamoro Jaya akan dipasarkan di pasar-pasar lokal di Mimika. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari perputaran ekonomi berbasis pertanian yang menguntungkan masyarakat secara langsung.

Whatsapp Image 2025 05 26 At 19.19.59 (1)

Suasana Panen

“Kami ingin warga tidak hanya menanam, tapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari hasil pertaniannya,” tambah Musdalifah.

Meski minim dukungan dari instansi pemerintah dan dinas pertanian, masyarakat Kamoro membuktikan bahwa dengan semangat, kerja sama, dan kemauan belajar, mereka mampu menghasilkan produk pertanian yang sehat dan berkualitas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline