TIMIKA – Pihak Avsec akhirnya memberikan klarifikasi terkait dengan ditemukannya 15 butir peluru kaliber 5,56 mm yang tertangkap pada saat dilakukan pemeriksaan di mesin X-Ray.
Dihadapan awak media Sabtu malam (24/05/2025) Achmad Fauzi Avsec selaku dari pihak maskapai Aman Air menyampaikan terkait dengan berita yang beredar di media sosial bahwa diduga ada penyelundupan amunisi itu tidak benar.
“Saya menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan kalau pihak otoritas keamanan bandara (Avsec) telah berkoordinasi dengan satuan terkait, yang mana ditegaskan bahwa pengiriman tersebut merupakan bagian dari tugas resmi untuk mendukung operasi keamanan negara di wilayah rawan di wilayah Papua.
“Proses pengiriman amunisi tersebut telah melalui prosedur yang sah dan tidak ditemukan pelanggaran terhadap regulasi penerbangan sipil maupun militer,” ujar Achmad Fauzi.
Disampaikan juga bahwa barang tersebut telah diperiksa dan dilaporkan sesuai prosedur setelah koordinasi dengan otoritas terkait.
“Jadi dipastikan tidak ada upaya penyelundupan ataupun pelanggaran administratif. Tidak ditemukan indikasi transaksi ilegal seperti yang sempat dirumorkan di media sosial,” kata Achmad Fauzi.
Ia juga mengaku kalau barang tersebut dirinya terima dari pihak PT Sapu Jagat yang mana akan dikirim ke Ilaga.
“Memang saya yang terima barang itu, dan saya tidak tahu kalau itu peluru. Ketahuannya saat terdeteksi oleh mesin X-Ray. Dan soal video yang tersebar itu juga saya tidak tahu siapa, karena saya fokus pada pembongkaran barang tersebut,” ungkap Achmad Fauzi.
Perlu diketahui sebelumnya pada Sabtu pagi (24/05/2025) Petugas keamanan Kargo Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua Tengah, menemukam peluru kaliber 5,56 mm setelah tertangkap di pemeriksaan mesin X-Ray.
peluru berjumlah 15 butir dimasukkan ke dalam bungkus rokok dan akan dibawa menuju Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak.(IT)






