Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

6 Kampung di Tembagapura Mimika Diterjang Longsor, Akses Jalan dan Lahan Warga Rusak Parah

adminbadge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

MIMIKA – Enam kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terdampak longsor sejak 16 Mei 2025. Kampung-kampung tersebut meliputi Tsinga, Doliningokin, Beanekogom, Jongkogomo, Miniponogoma, dan Nosolanop.

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, mengatakan bencana longsor terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan tersebut. “Longsor ini terjadi selama empat hari berturut-turut, dari 16 hingga 20 Mei 2025, dan berdampak langsung pada enam kampung di wilayah kami,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, Jumat (23/5/2025).

Akses Jalan Terputus, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Longsor menyebabkan putusnya jalur penghubung antar-kampung, termasuk jalan utama yang biasa digunakan masyarakat untuk ke kebun, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Aktivitas warga pun nyaris lumpuh total.

Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Peanus Uamang, mengatakan bahwa jalan-jalan utama tidak bisa dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. “Material longsor dan banjir telah menimbun akses jalan, sehingga mobilitas warga benar-benar terhenti,” ujarnya.

Selain memutus akses, bencana ini juga merusak kebun-kebun warga, pagar kampung, hingga jembatan sungai yang menjadi infrastruktur vital masyarakat.

Permintaan Dukungan Penanganan Darurat

Thobias Yawame mengimbau dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia, untuk segera membantu pemulihan pasca-bencana. Ia berharap bantuan dapat difokuskan pada pemulihan kebun dan infrastruktur dasar masyarakat.

“Saya berharap melalui surat permohonan yang telah kami ajukan, berbagai pihak dapat segera turun tangan membantu masyarakat yang terdampak longsor di enam kampung ini,” tegasnya.

Peanus Uamang juga mendorong agar penanganan bencana dilakukan secepat mungkin oleh pemerintah di semua level, mulai dari kampung hingga kabupaten. “Penanganan cepat sangat dibutuhkan agar kondisi warga tidak semakin terpuruk,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline