Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

6 Kampung di Tembagapura Mimika Diterjang Longsor, Akses Jalan dan Lahan Warga Rusak Parah

adminbadge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

MIMIKA – Enam kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terdampak longsor sejak 16 Mei 2025. Kampung-kampung tersebut meliputi Tsinga, Doliningokin, Beanekogom, Jongkogomo, Miniponogoma, dan Nosolanop.

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, mengatakan bencana longsor terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan tersebut. “Longsor ini terjadi selama empat hari berturut-turut, dari 16 hingga 20 Mei 2025, dan berdampak langsung pada enam kampung di wilayah kami,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, Jumat (23/5/2025).

Akses Jalan Terputus, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Longsor menyebabkan putusnya jalur penghubung antar-kampung, termasuk jalan utama yang biasa digunakan masyarakat untuk ke kebun, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Aktivitas warga pun nyaris lumpuh total.

Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Peanus Uamang, mengatakan bahwa jalan-jalan utama tidak bisa dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. “Material longsor dan banjir telah menimbun akses jalan, sehingga mobilitas warga benar-benar terhenti,” ujarnya.

Selain memutus akses, bencana ini juga merusak kebun-kebun warga, pagar kampung, hingga jembatan sungai yang menjadi infrastruktur vital masyarakat.

Permintaan Dukungan Penanganan Darurat

Thobias Yawame mengimbau dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia, untuk segera membantu pemulihan pasca-bencana. Ia berharap bantuan dapat difokuskan pada pemulihan kebun dan infrastruktur dasar masyarakat.

“Saya berharap melalui surat permohonan yang telah kami ajukan, berbagai pihak dapat segera turun tangan membantu masyarakat yang terdampak longsor di enam kampung ini,” tegasnya.

Peanus Uamang juga mendorong agar penanganan bencana dilakukan secepat mungkin oleh pemerintah di semua level, mulai dari kampung hingga kabupaten. “Penanganan cepat sangat dibutuhkan agar kondisi warga tidak semakin terpuruk,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline