Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

6 Kampung di Tembagapura Mimika Diterjang Longsor, Akses Jalan dan Lahan Warga Rusak Parah

adminbadge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

MIMIKA – Enam kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terdampak longsor sejak 16 Mei 2025. Kampung-kampung tersebut meliputi Tsinga, Doliningokin, Beanekogom, Jongkogomo, Miniponogoma, dan Nosolanop.

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, mengatakan bencana longsor terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan tersebut. “Longsor ini terjadi selama empat hari berturut-turut, dari 16 hingga 20 Mei 2025, dan berdampak langsung pada enam kampung di wilayah kami,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, Jumat (23/5/2025).

Akses Jalan Terputus, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Longsor menyebabkan putusnya jalur penghubung antar-kampung, termasuk jalan utama yang biasa digunakan masyarakat untuk ke kebun, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Aktivitas warga pun nyaris lumpuh total.

Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Peanus Uamang, mengatakan bahwa jalan-jalan utama tidak bisa dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. “Material longsor dan banjir telah menimbun akses jalan, sehingga mobilitas warga benar-benar terhenti,” ujarnya.

Selain memutus akses, bencana ini juga merusak kebun-kebun warga, pagar kampung, hingga jembatan sungai yang menjadi infrastruktur vital masyarakat.

Permintaan Dukungan Penanganan Darurat

Thobias Yawame mengimbau dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia, untuk segera membantu pemulihan pasca-bencana. Ia berharap bantuan dapat difokuskan pada pemulihan kebun dan infrastruktur dasar masyarakat.

“Saya berharap melalui surat permohonan yang telah kami ajukan, berbagai pihak dapat segera turun tangan membantu masyarakat yang terdampak longsor di enam kampung ini,” tegasnya.

Peanus Uamang juga mendorong agar penanganan bencana dilakukan secepat mungkin oleh pemerintah di semua level, mulai dari kampung hingga kabupaten. “Penanganan cepat sangat dibutuhkan agar kondisi warga tidak semakin terpuruk,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline