Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

6 Kampung di Tembagapura Mimika Diterjang Longsor, Akses Jalan dan Lahan Warga Rusak Parah

adminbadge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

MIMIKA – Enam kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terdampak longsor sejak 16 Mei 2025. Kampung-kampung tersebut meliputi Tsinga, Doliningokin, Beanekogom, Jongkogomo, Miniponogoma, dan Nosolanop.

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, mengatakan bencana longsor terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan tersebut. “Longsor ini terjadi selama empat hari berturut-turut, dari 16 hingga 20 Mei 2025, dan berdampak langsung pada enam kampung di wilayah kami,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, Jumat (23/5/2025).

Akses Jalan Terputus, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

Longsor menyebabkan putusnya jalur penghubung antar-kampung, termasuk jalan utama yang biasa digunakan masyarakat untuk ke kebun, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Aktivitas warga pun nyaris lumpuh total.

Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Peanus Uamang, mengatakan bahwa jalan-jalan utama tidak bisa dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. “Material longsor dan banjir telah menimbun akses jalan, sehingga mobilitas warga benar-benar terhenti,” ujarnya.

Selain memutus akses, bencana ini juga merusak kebun-kebun warga, pagar kampung, hingga jembatan sungai yang menjadi infrastruktur vital masyarakat.

Permintaan Dukungan Penanganan Darurat

Thobias Yawame mengimbau dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia, untuk segera membantu pemulihan pasca-bencana. Ia berharap bantuan dapat difokuskan pada pemulihan kebun dan infrastruktur dasar masyarakat.

“Saya berharap melalui surat permohonan yang telah kami ajukan, berbagai pihak dapat segera turun tangan membantu masyarakat yang terdampak longsor di enam kampung ini,” tegasnya.

Peanus Uamang juga mendorong agar penanganan bencana dilakukan secepat mungkin oleh pemerintah di semua level, mulai dari kampung hingga kabupaten. “Penanganan cepat sangat dibutuhkan agar kondisi warga tidak semakin terpuruk,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tindaklanjuti Instruksi Bupati, BPBD Mimika Mulai Siram Jalan Atasi Debu di Timika

15 September 2026 - 13:39 WIB

20260915

Dishub Mimika Perkuat Keselamatan Jalan, dari ZoSS hingga Pengecatan Median

15 September 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260915 WA0037

Empat Pelajar Selamat, Polisi Redam Kepanikan Warga Akibat Isu Penculikan

15 September 2026 - 13:17 WIB

IMG 20260915 WA0030

Dukcapil Deiyai Ungkap Perkembangan Data Kependudukan, Pelayanan Masih Hadapi Sejumlah Kendala

15 September 2026 - 13:11 WIB

IMG 20260915 WA0034

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Deiyai Validasi Data Pekerja Rentan hingga Aparatur Kampung

15 September 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260915 WA0032
Trending di Headline