Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Abed Madai, Mahasiswa Dogiyai Merintis Bengkel Motor di Nabire

Etty Welerbadge-check


					Abed Madai, Mahasiswa Dogiyai Merintis Bengkel Motor di Nabire Perbesar

NABIRE – Di sebuah sudut Jalan Poros Karadiri 2, Wanggar Makmur, terdengar suara khas mesin motor dan alat-alat bengkel yang bersahutan. Di balik aktivitas itu, berdiri seorang pemuda asal Papua Tengah yang tengah merajut harapannya lewat dunia otomotif—Abed Madai.

Lahir dan besar di Dusun Wadoukotu, Kampung Adauwo, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Abed kini dikenal sebagai pemilik “Bengkel Ardy”, sebuah bengkel motor yang sudah berdiri dan melayani pelanggan selama tiga tahun terakhir di Nabire.

Walau berskala kecil, bengkel ini konsisten menerima satu hingga dua motor setiap harinya. Dari kerusakan ringan hingga perbaikan mesin besar, berbagai jenis sepeda motor—bebek, matic, hingga sport—ditangani oleh tangan terampil Abed yang juga masih aktif kuliah di semester IV Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire.

Abed menyadari betul bahwa jalan menjadi wirausahawan bukanlah perkara mudah, apalagi dengan latar belakang keluarga sederhana. Ia menghadapi berbagai tantangan sejak awal merintis usaha, mulai dari keterbatasan modal, perlengkapan bengkel yang minim, hingga mencari lokasi yang strategis untuk mengembangkan usahanya.

“Membuka usaha seringkali berasal dari keinginan untuk mandiri secara finansial dan menciptakan lapangan kerja. Tapi dalam perjalanan usaha banyak kendala yang dihadapi seperti keterbatasan modal, persaingan, lokasi strategis, dan alat-alat untuk memperbaiki motor,” ujar Abed kepada awak media pada Rabu, (21/5/2025).

Keterbatasan tak membuat Abed menyerah. Ia terus maju dengan semangat tinggi dan menjadikan setiap tantangan sebagai batu loncatan untuk terus belajar dan tumbuh.

“Walaupun usaha saya begitu adanya, saya tetap semangat dan optimis. Jangan takut menghadapi kegagalan. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran untuk terus berkembang,” tambahnya.

Saat ini, Abed masih memendam mimpi untuk memindahkan bengkelnya ke lokasi yang lebih ramai di sepanjang Jalan Poros, demi menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperluas usahanya.

Namun lebih dari itu, ada cita-cita mulia yang ia bawa dalam setiap pekerjaannya: membanggakan orang tua dan membangun nama baik keluarga.

“Jika orang tua tidak memiliki nama besar untuk dibanggakan, maka banggakan mereka dengan nama baikmu,” ujarnya dengan penuh makna.

Kisah Abed Madai menjadi contoh nyata bagaimana pemuda Papua Tengah mampu bangkit dan berkarya, bahkan dari keterbatasan. Dengan tekad, kerja keras, dan nilai-nilai keluarga yang ia pegang erat, Abed terus melaju membawa perubahan, dimulai dari sebuah bengkel kecil di Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Nabire Bangkitkan Semangat Membaca Generasi Muda

17 Mei 2026 - 12:19 WIB

IMG 20260517 WA0037

Kajati Papua Tiba di Nabire, Lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Pemprov Papua Tengah

17 Mei 2026 - 11:56 WIB

IMG 20260517 WA0029

Dinas Perpustakaan Paniai Ucapkan Selamat HUT Perpusnas RI ke-46, Dorong Literasi hingga Pelosok Papua

17 Mei 2026 - 11:45 WIB

IMG 20260517 WA0026

Hilal 1 Zulhijjah 1447 H Tidak Terlihat di Papua

17 Mei 2026 - 11:33 WIB

IMG 20260517 WA0014

HUT Pattimura ke-209 di Nabire Ditutup dengan “Makan Patita”, Simbol Persaudaraan Tanpa Sekat

17 Mei 2026 - 11:27 WIB

IMG 20260517 WA0019
Trending di Headline