Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Warisan Budaya Harus Menjadi Sumber Daya Ekonomi Daerah dan Nasional

adminbadge-check


					Warisan Budaya Harus Menjadi Sumber Daya Ekonomi Daerah dan Nasional Perbesar

JAKARTA – Keberagaman warisan budaya di Tanah Air harus dimanfaatkan sebagai sumber daya ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Komitmen ini disampaikan Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam pertemuan dan diskusi bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Gedung DPD RI, Jakarta, pada Selasa (7/5).

Wakil Ketua Komite III DPD RI, Dailami Firdaus, memimpin rapat bersama Wakil Ketua lainnya, Jelita Donal dan Erni Daryanti, dalam rangka pembahasan Inventarisasi Materi Pelindungan dan Pelestarian Budaya Nusantara serta Program Kerja Prioritas Kementerian Kebudayaan RI Tahun 2025. Dalam kesempatan itu, Dailami menegaskan pentingnya pelestarian kekayaan budaya Indonesia sebagai warisan bernilai tinggi yang diakui dunia.

“Warisan budaya bukan hanya aset tak ternilai milik bangsa, tetapi juga pilar penting dalam memperkuat jati diri nasional,” ujarnya.

Komite III mencatat bahwa hingga 2024, terdapat 2.213 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan, meningkat dari 1.941 pada akhir 2023. Sebanyak 272 budaya takbenda di antaranya direkomendasikan untuk ditetapkan tahun ini. Sejak 2008 hingga 2024, 15 warisan budaya takbenda Indonesia telah diakui UNESCO sebagai bagian dari Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Indonesia juga memiliki sembilan situs warisan dunia yang diakui UNESCO, terbanyak di Asia Tenggara.

Namun demikian, Dailami mengingatkan bahwa peningkatan kuantitas harus disertai peningkatan kualitas pelestarian. “Ini sejalan dengan fokus Rencana Strategis Kementerian Kebudayaan RI Tahun 2025. Kita tidak boleh lagi melihat cagar budaya terbengkalai. Justru, warisan budaya harus menjadi sumber daya ekonomi bagi daerah dan nasional,” tegasnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan bahwa arah strategis kementerian yang dipimpinnya saat ini selaras dengan visi Presiden Prabowo, yakni menjadikan kebudayaan sebagai landasan program pembangunan nasional dan penguat identitas bangsa.

“Dengan sumber daya yang ada, kita tidak hanya akan memelihara dan melestarikan budaya, tetapi juga menjadikannya penggerak ekonomi nasional,” ujar Fadli.

Komite III DPD RI menilai bahwa Kementerian Kebudayaan memiliki tanggung jawab strategis dalam menyusun program kerja yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan antardaerah, demi menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline