Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Demo Damai Masyarakat Empat Distrik Tuntut Penerbangan Subsidi ke Wilayah Gunung Diaktifkan

Etty Welerbadge-check


					Demo Damai Masyarakat Empat Distrik Tuntut Penerbangan Subsidi ke Wilayah Gunung Diaktifkan Perbesar

TIMIKA – Mengingat selama 2 tahun akses penerbangan subsidi ke wilayah pegunungan belum aktif, sejumlah masyarakat dari empat Distrik yakni Jila, Hoya, Alama dan Tembagapura yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Peduli Penerbangan Subsidi melakukan aksi demo damai di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Selasa (29/4/2025).

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, dalam aksi demo damai tersebut, masyarakat menuntut tiga hal, diantaranya pemerintah Kabupaten Mimika stop stigma daerah pedalaman menjadi zona merah.

Pemerintah melalui Dinas Perhubungan segera membuka akses pelayanan transportasi udara bersubsidi, dan pemerintah harus segera menyelesaikan bandara yang dalam proses pembangunan di Distrik Hoya, Alama dan menyelesaikan proses verifikasi, registrasi lapangan terbang Noemun yang sudah dibangun di Distrik Jila.

Tuntutan tersebut menurut akses transportasi udara sangat penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob yang bertemu langsung dengan masyarakat menyampaikan agar masyarakat untuk bersabar sehingga tuntutan-tuntutan tersebut bisa diselesaikan.

“Terimakasih sudah datang sampaikan aspirasiaspirasi dengan aman dan tertib.
Saya menghargai apa yang menjadi aspirasi, karena punya satu keinginan dimana sudah terisolasi cukup lama 2 tahun lebih,” ucap Bupati Mimika.

Bupati Mimika juga menyampaikan bahwa terkait dengan tuntutan masyarakat mengenai stigma zona merah, itu akan didiskusikan kembali dengan pihak keamanan.

“Saya akan diskusikan dengan Kapolres dan Dandim terkait keamanan. Kita harus memberitahu jaminan keamanan disana itu aman, kalau keamanan disana aman mungkin Kementerian Perhubungan akan membantu subsidi,”kata Bupati John.

Usai mendengarkan penjelasan dari Bupati Mimika, masyarakat pun memahami dan mengucapkan terimakasih, kemudian membubarkan diri. Dalam aksi demo damai ini juga mendapatkan pengamanan dari pihak keamanan. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Nabire Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri 1447 H

12 Maret 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260312 WA0004

Jenazah Korban Penembakan di Area Freeport Dipulangkan ke Kampung Halaman

12 Maret 2026 - 09:54 WIB

IMG 20260311 WA0020

Tim Harmonisasi Deiyai Serap Aspirasi Warga Mogodagi Pasca-Konflik

12 Maret 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260311 WA0017

Pelaku Curanmor di Kantor Pelni Dibekuk 

12 Maret 2026 - 09:23 WIB

IMG 20260311 WA0016

Gangguan di Wilayah Tembagapura Kembali Terjadi, Satu Karyawan Dilaporkan Tewas

11 Maret 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260311 WA0014
Trending di Headline