Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

Ribuan Umat Katolik Khusuk Ikuti Prosesi Penciuman Salib 

Etty Welerbadge-check


					Ribuan Umat Katolik Khusuk Ikuti Prosesi Penciuman Salib  Perbesar

TIMIKA – Ribuan umat Katolik Gereja Katedral Tiga Raja khusuk mengikuti prosesi penciuman Salib yang merupakan salah satu bagian inti dari Perayaan Jumat Agung yang berlangsung pada Jumat (18/04/2025).

Tradisi mencium salib adalah sebagai tanda penghormatan terakhir kepada Yesus yang wafat di kayu salib demi menghapus dosa umat manusia.

Salib yang dicium mempunyai makna, untuk memusatkan perhatian pada salib sebagai sumber kebahagiaan, karena dari salib itulah Yesus berseru kepada Bapa-Nya dan juga akan bangkit dari antara orang mati. Maka salib disebut sebagai sumber kebahagiaan.

Berdasarkan pantauan wartawan, dalam prosesi liturgi sabda dilakukan teks passio oleh petugas liturgi, dimana teks ini merupakan kisah sengsara Yesus Kristus mulai dari ditangkap hingga wafat di kayu salib.

Selanjutnya dilakukan khotbah oleh Uskup terpilih Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA dan dilanjutkan dengan penghormatan dan penciuman Salib Yesus oleh umat.

Sebelumnya Uskup terpilih Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA dalam memimpin misa menyampaikan bahwa hari ini gereja memperingati dan menghadirkan kembali peristiwa Salib Yesus, penderitaan sengsara dan kebangkitan Tuhan pada 2000 tahun yang lalu.

“Hari ini kita umat diseluruh dunia,memori ini menghadirkan kembali peristiwa dalam suasana dan situasi sekarang ini,” ungkap Uskup Mgr. Bernardus.

Kata Uskup terpilih Mgr. Bernardus, Yesus adalah korban dari ketidakadilan dan kejahatan kita manusia. Yesus adalah puncak kasih Tuhan Alah kepada kita manusia yang memberikan diri setotal-totalnya demi keselamatan manusia.

“Oleh karena itu kita harus menghormati dan mengahayati dalam kehidupan kita,” kata Mgr. Bernardus. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Nabire Bangkitkan Semangat Membaca Generasi Muda

17 Mei 2026 - 12:19 WIB

IMG 20260517 WA0037

Kajati Papua Tiba di Nabire, Lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Pemprov Papua Tengah

17 Mei 2026 - 11:56 WIB

IMG 20260517 WA0029

Dinas Perpustakaan Paniai Ucapkan Selamat HUT Perpusnas RI ke-46, Dorong Literasi hingga Pelosok Papua

17 Mei 2026 - 11:45 WIB

IMG 20260517 WA0026

Hilal 1 Zulhijjah 1447 H Tidak Terlihat di Papua

17 Mei 2026 - 11:33 WIB

IMG 20260517 WA0014

HUT Pattimura ke-209 di Nabire Ditutup dengan “Makan Patita”, Simbol Persaudaraan Tanpa Sekat

17 Mei 2026 - 11:27 WIB

IMG 20260517 WA0019
Trending di Headline