Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Gubernur Nawipa Buka Pintu Keadilan dan Peluang Usaha di Lapas Timika

adminbadge-check


					Suasana saat kunjungan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa Berkunjung di Lapas Kelas II B Timika Perbesar

Suasana saat kunjungan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa Berkunjung di Lapas Kelas II B Timika

MIMIKA – Ada harapan baru bagi warga binaan di Lapas Kelas II B Timika. Dalam kunjungan kerjanya pada Rabu (9/4/2025) lalu, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, bersama Wakil Gubernur Deinas Geley, menyampaikan rencana besar yang menyentuh langsung sisi kemanusiaan para tahanan.

Salah satu langkah konkret yang segera diwujudkan adalah pemberian bantuan hukum gratis bagi tahanan, khususnya bagi anak-anak Papua yang kerap menghadapi proses hukum tanpa pendampingan.

“Banyak dari mereka masuk Lapas karena kasus kecil, tapi tanpa bantuan hukum bisa dihukum bertahun-tahun. Masa hanya karena curi sandal, lalu dipenjara 10 tahun? Itu tidak adil,” tegas Gubernur Nawipa.

Program bantuan hukum ini akan dijalankan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Tujuannya jelas: memastikan bahwa setiap warga mendapat keadilan, tanpa terkecuali.

Tak hanya berhenti di situ, Gubernur Nawipa juga membawa semangat pemberdayaan bagi para warga binaan. Ia mendorong agar kreativitas mereka tidak terhenti di balik jeruji, melainkan terus hidup melalui program UMKM dan kerja sama dengan Dekranasda.

“Karya mereka bisa dipamerkan, bisa dijual. Mereka masih punya masa depan. Yang penting pemimpin jujur, terbuka untuk kolaborasi,” ucapnya penuh semangat.

Bahkan, ia menggagas agar Lapas dapat mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai sarana pelatihan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga binaan.

Menurut Nawipa, warga binaan bukanlah orang buangan, melainkan manusia yang masih punya potensi besar untuk bangkit dan berkarya. “Penjara bukan akhir segalanya. Ini harus jadi tempat pembinaan, bukan sekadar hukuman,” katanya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tindaklanjuti Instruksi Bupati, BPBD Mimika Mulai Siram Jalan Atasi Debu di Timika

15 September 2026 - 13:39 WIB

20260915

Dishub Mimika Perkuat Keselamatan Jalan, dari ZoSS hingga Pengecatan Median

15 September 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260915 WA0037

Empat Pelajar Selamat, Polisi Redam Kepanikan Warga Akibat Isu Penculikan

15 September 2026 - 13:17 WIB

IMG 20260915 WA0030

Dukcapil Deiyai Ungkap Perkembangan Data Kependudukan, Pelayanan Masih Hadapi Sejumlah Kendala

15 September 2026 - 13:11 WIB

IMG 20260915 WA0034

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Deiyai Validasi Data Pekerja Rentan hingga Aparatur Kampung

15 September 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260915 WA0032
Trending di Headline