Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Paus Fransiskus dalam Pemulihan, Harus Kembali Belajar Bicara Setelah Terapi Oksigen

adminbadge-check


					Pemimpin Katolik Paus Fransiskus Perbesar

Pemimpin Katolik Paus Fransiskus

JAKARTA – Paus Fransiskus terus menunjukkan perkembangan positif dalam pemulihannya setelah menjalani perawatan selama lima pekan akibat pneumonia ganda. Meski kesehatannya berangsur membaik, ia masih menghadapi tantangan dalam berbicara akibat penggunaan terapi oksigen aliran tinggi selama masa perawatan.

Kabar terbaru ini disampaikan oleh Kardinal Victor Manuel Fernandez, kepala kantor doktrinal Vatikan, pada Jumat (21/3/2025). Fernandez menegaskan bahwa meskipun sempat muncul spekulasi tentang kemungkinan Paus pensiun, kondisi fisiknya secara keseluruhan tetap stabil.

“Paus dalam keadaan baik, tetapi penggunaan oksigen aliran tinggi membuat tenggorokannya kering. Saat ini, ia perlu belajar berbicara kembali, namun secara fisik ia masih berada dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya,” ungkap Fernandez dalam sebuah acara peluncuran buku baru Paus Fransiskus, Sabtu (22/3/2025), seperti dikutip dari Reuters.

Selama perawatannya, Vatikan hanya sekali merilis rekaman suara Paus pada 6 Maret 2025. Dalam rekaman itu, suaranya terdengar serak, sesak napas, dan sulit dipahami. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa kondisi pernapasan dan mobilitasnya mulai mengalami sedikit perbaikan.

Sejak awal pekan ini, Paus Fransiskus sudah tidak lagi menggunakan ventilasi mekanis saat tidur. Meski demikian, ia masih menerima oksigen tambahan melalui selang kecil di bawah hidungnya.

Belum ada kepastian kapan Paus akan kembali ke Vatikan, maupun apakah ia bisa menghadiri perayaan Paskah pada 20 April 2025 mendatang. Fernandez menekankan bahwa keputusan tersebut akan bergantung pada evaluasi medis yang memastikan kesehatannya benar-benar pulih sebelum kembali menjalankan tugas-tugas kepausan.

“Ia mungkin bisa kembali, tetapi dokter ingin memastikan semuanya 100%. Paus sendiri merasa bahwa dengan waktu yang tersisa, ia ingin mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk melayani orang lain,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan pengunduran diri Paus Fransiskus, Fernandez menjawab tegas bahwa ia tidak melihat hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun memiliki riwayat kesehatan yang cukup kompleks. Selain pernah mengalami infeksi paru-paru di masa muda yang mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru, dalam dua tahun terakhir ia juga beberapa kali menghadapi masalah kesehatan yang mengharuskan perawatan medis intensif.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline