Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Paus Fransiskus dalam Pemulihan, Harus Kembali Belajar Bicara Setelah Terapi Oksigen

adminbadge-check


					Pemimpin Katolik Paus Fransiskus Perbesar

Pemimpin Katolik Paus Fransiskus

JAKARTA – Paus Fransiskus terus menunjukkan perkembangan positif dalam pemulihannya setelah menjalani perawatan selama lima pekan akibat pneumonia ganda. Meski kesehatannya berangsur membaik, ia masih menghadapi tantangan dalam berbicara akibat penggunaan terapi oksigen aliran tinggi selama masa perawatan.

Kabar terbaru ini disampaikan oleh Kardinal Victor Manuel Fernandez, kepala kantor doktrinal Vatikan, pada Jumat (21/3/2025). Fernandez menegaskan bahwa meskipun sempat muncul spekulasi tentang kemungkinan Paus pensiun, kondisi fisiknya secara keseluruhan tetap stabil.

“Paus dalam keadaan baik, tetapi penggunaan oksigen aliran tinggi membuat tenggorokannya kering. Saat ini, ia perlu belajar berbicara kembali, namun secara fisik ia masih berada dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya,” ungkap Fernandez dalam sebuah acara peluncuran buku baru Paus Fransiskus, Sabtu (22/3/2025), seperti dikutip dari Reuters.

Selama perawatannya, Vatikan hanya sekali merilis rekaman suara Paus pada 6 Maret 2025. Dalam rekaman itu, suaranya terdengar serak, sesak napas, dan sulit dipahami. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa kondisi pernapasan dan mobilitasnya mulai mengalami sedikit perbaikan.

Sejak awal pekan ini, Paus Fransiskus sudah tidak lagi menggunakan ventilasi mekanis saat tidur. Meski demikian, ia masih menerima oksigen tambahan melalui selang kecil di bawah hidungnya.

Belum ada kepastian kapan Paus akan kembali ke Vatikan, maupun apakah ia bisa menghadiri perayaan Paskah pada 20 April 2025 mendatang. Fernandez menekankan bahwa keputusan tersebut akan bergantung pada evaluasi medis yang memastikan kesehatannya benar-benar pulih sebelum kembali menjalankan tugas-tugas kepausan.

“Ia mungkin bisa kembali, tetapi dokter ingin memastikan semuanya 100%. Paus sendiri merasa bahwa dengan waktu yang tersisa, ia ingin mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk melayani orang lain,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan pengunduran diri Paus Fransiskus, Fernandez menjawab tegas bahwa ia tidak melihat hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun memiliki riwayat kesehatan yang cukup kompleks. Selain pernah mengalami infeksi paru-paru di masa muda yang mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru, dalam dua tahun terakhir ia juga beberapa kali menghadapi masalah kesehatan yang mengharuskan perawatan medis intensif.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Pengungsian di Papua, Dorong Langkah Tegas Pemerintah

17 September 2026 - 21:54 WIB

20260917

Pigai Soroti Regulasi HAM yang Mandek di Setneg Selama 8 Bulan

17 September 2026 - 07:41 WIB

6aab800dddd87

Suahasil Nazara Tampung Masukan DPD RI untuk RAPBN 2027

17 September 2026 - 07:26 WIB

6aa7b69f0ac8b

DPD RI Dorong TKD 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Perkuat Fiskal Daerah

17 September 2026 - 07:06 WIB

Ketua dpd ri sultan b najamuddin

Waket II DPR Papua Tengah Dorong Kopi dan Jeruk Intan Jaya Dikembangkan Jadi Komoditas Unggulan

16 September 2026 - 21:53 WIB

IMG 20260916 WA0053
Trending di Headline