Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Komite III DPD RI Tegaskan Program Makan Bergizi Harus Gratis dan Tepat Sasaran

adminbadge-check


					Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, Perbesar

Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma,

JAKARTA – Program makan siang bergizi yang akan diluncurkan pada 2 Januari 2025 menjadi perhatian serius Komite III DPD RI. Ketua Komite III, Filep Wamafma, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap program ini agar benar-benar bermanfaat tanpa membebani penerima, terutama orang tua murid.

“Kami memahami betul bahwa program ini harus berjalan dengan baik. Jangan sampai ada celah yang menimbulkan masalah, seperti kewajiban membeli wadah makanan oleh orang tua di sekolah,” ujar Filep dalam keterangannya. Selasa, (31-12-2024).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun, Filep mengingatkan bahwa berbagai tantangan, mulai dari anggaran hingga pelaksanaan di daerah terpencil, harus segera diantisipasi.

Anggaran yang ditetapkan untuk makan siang bergizi adalah Rp10.000 per porsi. Filep menilai angka ini terlalu kecil untuk mencakup makanan berkualitas, terutama di daerah terpencil seperti Papua Barat. “Menu seharga itu sulit menebak isinya. Apalagi dengan kenaikan harga bahan pokok dan inflasi, ini perlu disikapi serius,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya memastikan vendor penyedia makanan benar-benar mampu menyediakan ratusan porsi makanan sehat secara serentak. “Wilayah kota besar mungkin bisa, tapi bagaimana dengan daerah pedalaman?” tambah Filep.

Program ini ditargetkan menjangkau 19,47 juta penerima manfaat, dengan fokus utama pada anak sekolah dan kelompok rentan lainnya. Pemerintah telah mengalokasikan Rp7,1 triliun dari APBN 2025 untuk mendukung pelaksanaannya. Hingga 2029, anggaran sebesar Rp63,356 triliun akan diarahkan untuk memastikan target tercapai.

Filep memastikan bahwa program ini bersifat gratis bagi seluruh penerima manfaat. “Ini program besar yang harus diawasi secara ketat. Tidak boleh ada beban biaya untuk penerima, dan pelaksanaannya harus benar-benar memenuhi standar gizi,” katanya.

Sebagai tindak lanjut pengawasan, Komite III DPD RI akan mengadakan rapat kerja dengan Badan Gizi Nasional dan Kementerian Sosial RI pada Januari 2025. Agenda ini bertujuan untuk memastikan program berjalan sesuai target dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Komitmen kami adalah memastikan setiap sen anggaran digunakan untuk kepentingan rakyat. Kami akan terus turun ke lapangan untuk memastikan program ini sukses,” tutup Filep.

Dengan pengawasan ini, diharapkan program makan bergizi ini dapat membawa perubahan nyata bagi kualitas gizi masyarakat Indonesia. (red).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002

Polres Mimika Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Kapolres Tekankan Etika dan Dedikasi

9 September 2026 - 01:21 WIB

IMG 20260908 WA0045

Kasat Polairud: Tidak Ada Illegal Fishing, Namun Nelayan Lokal Kerap Dibajak

9 September 2026 - 01:10 WIB

IMG 20260908 WA0031

Polairud Polres Mimika Rutin Patroli Pesisir, Jangkauan Akan Diperluas hingga Amar

8 September 2026 - 07:33 WIB

IMG 20260908 WA0031

Beberapa Hari Tak Ada Kabar, Seorang Karyawan Ditemukan Meninggal di Timika

8 September 2026 - 07:29 WIB

IMG 20260908 WA0030
Trending di Headline