Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Wilhelmus Pigai Apresiasi dan Dukung Langkah Mendikdasmesn Abdul Muti dalam Kebijakan Pendidikan Berkeadilan

adminbadge-check


					Anggota DPD RI  Papua Tengah, Wilhelmus Pigai Perbesar

Anggota DPD RI  Papua Tengah, Wilhelmus Pigai

JAKARTA – Anggota DPD RI  Papua Tengah, Wilhelmus Pigai yang juga anggota Komite III DPD RI yang juga sebagai mantan ketua Komisi Informasi (KI)  Provinsi Papua menyampaikan apresiasi sekaligus dukungannya kepada Mendikdasmesn Abdul Muti atas kebijakan strategis yang dilakukan dalam memperbaiki tata kelola pendidikan, khususnya penempatan guru PPPK secara berkeadilan. Wilhelmus menilai langkah ini tidak hanya menunjukkan respons pemerintah terhadap permasalahan pendidikan di daerah, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam mendukung visi pendidikan yang inklusif dan merata.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Mendikdasmesn Abdul Muti yang terus berinovasi untuk menyelesaikan masalah distribusi guru PPPK. Kebijakan ini menjadi harapan besar, terutama bagi daerah pemekaran baru seperti Papua Tengah, di mana kebutuhan tenaga pendidik sangat mendesak,” ujar Wilhelmus Pigai. Kamis, (21/11/2024).

Wilhelmus Pigai mendukung penuh rencana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola penempatan guru PPPK. Kebijakan ini dinilai mampu menyelesaikan berbagai keluhan, seperti ketimpangan distribusi guru antara sekolah negeri dan swasta serta kekosongan tenaga pengajar di daerah terpencil.

“Perpres ini sangat penting agar penempatan guru PPPK dilakukan secara transparan dan berkeadilan. Kami di Komite III DPD RI akan mengawal kebijakan ini untuk memastikan bahwa distribusi tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan, khususnya di Papua Tengah,” tegas Wilhelmus.

Wilhelmus juga memberikan apresiasi atas langkah Abdul Muti yang mengedepankan sinkronisasi data Dapodik dan SIASN. Pendekatan ini diharapkan dapat mengatasi tumpang tindih data sehingga penilaian kinerja guru lebih objektif dan distribusi tenaga pengajar lebih optimal.

“Langkah ini membuktikan bahwa pemerintah serius dalam menangani persoalan pendidikan. Kami mendukung sepenuhnya, dan berharap hal ini menjadi solusi bagi pemerataan guru di seluruh Indonesia,” katanya.

Sebagai wakil dari Papua Tengah, Wilhelmus Pigai menekankan pentingnya perhatian khusus untuk wilayah pemekaran baru ini. Dalam banyak kesempatan reses, ia menemukan fakta bahwa pendidikan di Papua Tengah masih menghadapi tantangan besar, termasuk:

  • Kekurangan tenaga pengajar, terutama di sekolah pedalaman.
  • Minimnya fasilitas pendidikan, seperti ruang kelas layak dan laboratorium.
  • Belum optimalnya distribusi Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah.

Wilhelmus mendukung langkah Abdul Muti untuk memberikan perhatian lebih pada daerah-daerah yang membutuhkan.

“Kami berharap kebijakan afirmatif diterapkan, dengan prioritas bagi Orang Asli Papua (OAP) sebagai tenaga pendidik di Papua Tengah. Ini tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.

Wilhelmus Pigai juga mendorong sinergi antara Kemendikdasmesn, Kementerian PAN-RB, dan BKN untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif. Dukungan ini juga mencakup alokasi dana khusus dari pemerintah pusat untuk pembangunan fasilitas pendidikan di Papua Tengah.

“Kami siap mendukung dan berkolaborasi dengan Mendikdasmesn Abdul Muti dan kementerian terkait lainnya. Pendidikan adalah prioritas utama untuk membangun sumber daya manusia Papua Tengah yang unggul dan berdaya saing,” tambahnya.

Sebagai anggota Komite III DPD RI, Wilhelmus Pigai berkomitmen untuk terus memperjuangkan pendidikan berkualitas di Papua Tengah. Ia percaya bahwa dengan kolaborasi dan kebijakan yang tepat, pemerataan pendidikan dapat terwujud.

“Saya mendukung penuh langkah pemerintah untuk menciptakan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Mari kita jadikan pendidikan sebagai kunci untuk membangun masa depan Papua Tengah dan Indonesia yang lebih baik,” tutup Wilhelmus.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024

Polres Mimika Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 10:40 WIB

IMG 20260312 WA0027

Wakil Gubernur Papua Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026

12 Maret 2026 - 10:28 WIB

IMG 20260312 WA0018

SKKP Survei Lokasi Pembangunan Dapur Makanan Bergizi Gratis di Nabire

12 Maret 2026 - 10:20 WIB

IMG 20260312 WA0017
Trending di Headline