TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika optimistis realisasi retribusi Pasar Sentral tahun 2026 mampu mencapai, bahkan melampaui, target sebesar Rp2,2 miliar.
Optimisme tersebut didukung peningkatan penerimaan harian yang cukup signifikan. Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan penerimaan yang sebelumnya rata-rata hanya berkisar Rp4–5 juta per hari, kini telah meningkat menjadi sekitar Rp7–8 juta per hari.
Menurut Sabelina, peningkatan penerimaan tersebut menunjukkan adanya optimalisasi pengelolaan sejumlah sumber retribusi di kawasan Pasar Sentral.
“Yang tadinya sekitar empat jutaan per hari, sekarang kita bisa mencapai tujuh sampai delapan juta per hari. Berarti ada kenaikan sampai 100 persen,” kata Sabelina saat diwawancarai, belum lama ini.
Kenaikan penerimaan retribusi Pasar Sentral Mimika tidak hanya berasal dari satu sektor. Disperindag mengandalkan sejumlah sumber pendapatan, termasuk pemanfaatan lapak dan los serta retribusi pelayanan pengangkutan sampah.
Peningkatan penerimaan harian tersebut membuat Disperindag optimistis target Rp2,2 miliar tahun ini dapat terealisasi lebih awal, yakni pada November. Jika tren penerimaan berlanjut, realisasi hingga Desember berpeluang berada di atas target yang ditetapkan.
“Kita berharap nanti di bulan November kami sudah mencapai target. Harapannya nanti di Desember kita bisa over target,” kata Sabelina.
Menurutnya, pengelolaan retribusi akan terus dioptimalkan secara terpadu. Namun, peningkatan pendapatan daerah tetap harus berjalan seiring dengan pelayanan yang diberikan kepada pedagang dan masyarakat pengguna Pasar Sentral. (Cr2)







