NABIRE — Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi dalam rangka persiapan menghadapi Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Ruang Tunggu VIP Bandara Lama Nabire dan Ruang Sekretariat Dharma Wanita Provinsi Papua Tengah, serta dihadiri puluhan peserta dari pengurus LPPD provinsi maupun kabupaten.
Rapat koordinasi itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah selaku Ketua LPPD Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., MH.Kes., yang diwakili oleh Victor Fun, S.Sos., M.Si selaku Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah.
Turut hadir Penasehat LPPD Provinsi Papua Tengah, Pdt. Dr. Yance Nawipa, ketua harian LPPD Provinsi Papua Tengah, Ketua Harian LPPD Kabupaten Nabire, perwakilan LPPD Kabupaten Mimika, perwakilan pengurus LPPD Kabupaten Paniai, serta unsur pengurus dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Agenda utama rapat meliputi koordinasi dan konsolidasi kesiapan kontingen menuju Pesparawi Nasional XIV, pembahasan teknis kesiapan tim dari kabupaten peserta, serta penguatan koordinasi antar-LPPD kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa LPPD Kabupaten Nabire, Mimika, dan Puncak akan menjadi tim peserta pada Pesparawi Nasional XIV, sementara LPPD Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai hadir sebagai peninjau.
Penasehat LPPD Provinsi Papua Tengah, Pdt. Dr. Yance Nawipa, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga persatuan, pelayanan, dan kualitas pembinaan musik gerejawi sebagai bagian dari misi Pesparawi.
Ia menyampaikan tema pembinaan yakni, “Bersatu dalam Pelayanan, Berkarya dalam Pujian, dan Memuliakan Tuhan untuk Papua Tengah yang Damai dan Sejahtera.”
Menurutnya, visi LPPD bukan sekadar menyelenggarakan perlombaan paduan suara, tetapi menjadi wadah pembinaan iman, persaudaraan, dan kesaksian gereja melalui musik gerejawi.
“Pesparawi bukan hanya mencari juara, tetapi menjadi sarana memuliakan Tuhan, mempererat persaudaraan antar gereja, membangun iman peserta, dan menghadirkan damai sejahtera Kristus di Tanah Papua,” ujar Yance Nawipa.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan pengurus melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, mengutamakan kepentingan pelayanan, serta memperkuat kerja sama tim.
Selain itu, peserta Pesparawi diminta memahami bahwa mereka adalah pelayan Tuhan dan duta Kristus yang membawa nama gereja, daerah, dan Tuhan dalam setiap pelayanan pujian.
Pdt. Yance Nawipa turut menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan dirigen, workshop musik gerejawi, seminar liturgi, hingga pembinaan paduan suara bagi anak-anak, remaja, pemuda, dan dewasa.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus LPPD agar menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi, termasuk pengelolaan keuangan dan laporan kegiatan secara terbuka.
Dalam arahannya, Yance Nawipa mengajak seluruh pengurus LPPD Provinsi dan Kabupaten di Papua Tengah untuk menjadikan Pesparawi sebagai gerakan pembinaan iman dan pemersatu gereja-gereja di Papua Tengah.
“Mari kita bekerja bersama, bernyanyi untuk kemuliaan Tuhan, membangun generasi yang takut akan Tuhan, dan mewujudkan Papua Tengah yang damai, sejahtera, dan penuh kasih Kristus,” katanya.
Kegiatan rapat koordinasi dan konsolidasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan kontingen Papua Tengah dalam menghadapi Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. (MB)









