DEIYAI – Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) Papua Devisi Kesehatan Wilayah Deiyai menyelenggarakan kegiatan penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pola asuh, serta pola konsumsi sehat bagi anak-anak dan orang tua di Deiyai.
Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak dari SD Inpres Watiyai, TK Komugai Waghete II, serta para orang tua sebagai peserta utama dalam edukasi kesehatan keluarga dan lingkungan.
Dalam kegiatan itu, YAPKEMA menghadirkan narasumber Naomi Edowai, S.KM., M.Kes yang membawakan materi dengan metode interaktif dan pendekatan ramah anak sehingga mudah dipahami oleh peserta, khususnya anak-anak.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan PHBS, pola asuh anak, dan pola konsumsi sehat dalam kehidupan sehari-hari. Naomi menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama mencuci tangan sebelum makan untuk mencegah berbagai penyakit.
“Kalau tidak cuci tangan sebelum makan bisa sakit perut, mencret, dan diare. Karena itu harus cuci tangan dulu baru makan,” jelas Naomi kepada anak-anak saat sesi tanya jawab.
Selain itu, Naomi juga mengajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ia menampilkan video melalui slide presentasi agar anak-anak dapat memahami langkah-langkah menyikat gigi dengan benar dan menjaga kesehatan mulut sejak dini.
Tak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Naomi mengajak anak-anak agar tidak membuang air besar sembarangan di depan rumah maupun halaman, melainkan menggunakan WC atau jamban yang sehat.
Ia juga mengingatkan agar sampah dibuang pada tempat yang jauh dari rumah agar tidak mengundang lalat yang dapat membawa kuman dan mencemari makanan.
“Kalau sampah dekat rumah, lalat akan hinggap lalu membawa kotoran ke makanan dan akhirnya bisa menyebabkan sakit,” ujarnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung mencuci tangan dan menyikat gigi yang baik dan benar bersama anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, Naomi juga mengajak para mama untuk membiasakan keluarga mengonsumsi air minum yang sudah dimasak, bukan air mentah dari bak atau drum penampungan.
Ia mendorong orang tua agar mulai menyiapkan makanan sehat dan air minum matang bagi anak-anak sebelum berangkat ke sekolah, termasuk menyediakan botol air minum agar anak-anak terbiasa membawa dan mengonsumsi air matang setiap hari.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua, tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, pola hidup sehat, serta lingkungan yang bersih demi mencegah berbagai penyakit. (SK)









