Menu

Mode Gelap
Staff Ahli DPD RI Papua Tengah Dorong Anak Muda Kreatif di Era Digital Program Sekolah Sepanjang Hari Gagasan Meki Nawipa Resmi Diluncurkan di Puncak Jaya BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah

Headline

Gubernur Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Bangun Bisnis Berkelanjutan dan Kurangi Ketergantungan Tambang

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Bangun Bisnis Berkelanjutan dan Kurangi Ketergantungan Tambang Perbesar

NABIRE — Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah memperkuat peran dunia usaha dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui bisnis yang berkelanjutan, kreatif, dan melibatkan pengusaha lokal.

Pesan tersebut disampaikan Meki Nawipa saat memberikan sambutan pada Rapat Pimpinan Provinsi (RAPIMPROV) II Kadin Papua Tengah, Rabu (24/9/2026), di Aula Guest House Papua Tengah.

IMG 20260924 WA0044

Menurut Meki, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik. Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memiliki penghasilan tetap dan dunia usaha lokal dapat bergerak.

“Kalau rakyat itu tidak punya penghasilan yang tetap atau pengusaha lokal tidak bergerak, maka pertumbuhan ekonomi itu tetap rendah,” kata Meki.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi sangat berkaitan dengan berbagai indikator pembangunan lainnya, termasuk pendidikan dan kesehatan. Karena itu, pemerintah dan dunia usaha perlu memastikan aktivitas ekonomi masyarakat terus tumbuh.

Meki juga menyoroti tingginya ketergantungan ekonomi Papua Tengah terhadap sektor pertambangan. Ia menyebut sekitar 76 persen struktur ekonomi Papua Tengah bergantung pada sektor tersebut.

IMG 20260924 WA0045

Data BPS yang diberitakan pada Agustus 2026 mencatat kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Papua Tengah mencapai 76,51 persen. Pada triwulan II 2026, ekonomi Papua Tengah terkontraksi 15,44 persen secara tahunan, sementara ekonomi di luar sektor pertambangan justru tumbuh 5,45 persen.

Meki mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sektor ekonomi lain agar perekonomian Papua Tengah tidak terlalu bergantung pada naik-turunnya produksi tambang.

“Jadi bukan bagaimana kita membangun bangunan-bangunan besar, bukan bagaimana orang membeli mobil sebanyak-banyaknya. Itu hanya bahan-bahan untuk mempelajari sebuah perkembangan kehidupan manusia,” ujarnya.

Dorong Kadin dan Pemerintah Bangun Ekonomi Lokal

Meki mengatakan pemerintah provinsi akan membuka ruang kerja sama dengan Kadin untuk mengembangkan sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi ekonomi.

Salah satunya melalui pengembangan infrastruktur perikanan. Ia menyebut pemerintah berencana membangun cold storage serta pelabuhan nelayan di Nabire.

IMG 20260924 WA0050

Menurutnya, penguatan fasilitas tersebut penting untuk membantu nelayan di kawasan pantai utara Papua Tengah agar hasil perikanan dapat dikelola dan dipasarkan dengan lebih baik.

Meki juga menyinggung pengembangan Pelabuhan Pomako di Mimika. Ia mengatakan keberadaan fasilitas seperti air bersih, cold storage, fasilitas pendingin dan pabrik es dapat mendukung pengembangan industri perikanan.

Ia bahkan menyebut potensi ekonomi Pelabuhan Pomako dapat mencapai triliunan rupiah per tahun apabila dikelola secara baik.

Selain perikanan, Meki mendorong pengembangan usaha peternakan. Pemerintah, kata dia, berencana membangun kandang ayam petelur di beberapa wilayah Papua Tengah, termasuk di Nabire dan Mimika.

“Kalau usaha seperti ini jalan sendiri-sendiri tidak akan jalan. Tapi kalau menjadi satu kekuatan, kerja sama dengan Kadin dan dikelola secara profesional, dia bisa jalan,” katanya.

Meki meminta pengusaha tidak hanya berorientasi pada usaha individual, tetapi membangun kelompok dan jaringan usaha.

“Kalau mau maju harus grup. Kalau sendiri, orang bunuh kita,” ujarnya.

Minta Kadin Lebih Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Meki juga meminta Kadin Papua Tengah tidak hanya berorientasi pada proyek pemerintah, tetapi mulai membangun bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Menurutnya, proyek pemerintah dapat menjadi batu loncatan, tetapi pengusaha harus mulai membangun sustainable business atau bisnis berkelanjutan.

“Bisnis yang berkelanjutan, kecil tapi dia jalan, kecil tapi dia kontinu, kecil tapi dia bertahan lama,” katanya.

Meki mencontohkan pengembangan produk kopi. Menurutnya, produk yang sama dapat memiliki nilai jual berbeda apabila dikemas secara kreatif dan memiliki identitas daerah.

Ia mencontohkan kopi yang diberi nama sesuai daerah seperti Nabire, Paniai atau Intan Jaya sehingga memiliki nilai cerita dan kebanggaan tersendiri bagi konsumen.

“Jadi Kadin harus kreatif. Melakukan hal-hal yang kecil tapi berdampak besar, kecil tapi punya keuntungan yang besar, kecil tapi bisa bermanfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Meki juga meminta Kadin ikut memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan upah minimum, khususnya dampaknya terhadap kemampuan pengusaha lokal.

Ia menilai kebijakan upah perlu mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha sehingga tidak justru membebani perusahaan yang belum memiliki kemampuan membayar sesuai ketentuan.

Data yang tersedia menunjukkan UMP Papua Tengah tahun 2026 sebesar Rp4.285.848, sementara UMP DKI Jakarta sebesar Rp5.729.876.

Karena itu, Meki berharap RAPIMPROV II Kadin dapat menjadi ruang untuk membahas persoalan tersebut sekaligus menyusun masukan bagi pemerintah.

Ia juga berharap pembentukan BUMD Papua Tengah dapat segera dituntaskan sehingga pemerintah memiliki instrumen baru untuk membangun kerja sama dengan mitra usaha.

Meki meminta RAPIMPROV II Kadin tidak menghasilkan terlalu banyak program, tetapi memilih satu atau dua program yang konkret dan dapat dikerjakan bersama pemerintah provinsi.

“Dengan harapan pikiran disatukan. Setelah itu kita kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dalam program ke depan. Apa yang kita bisa buat, kita satu atau dua, kita sama-sama kerja supaya saling jalan,” katanya.

Tekankan Kejujuran, Konsistensi dan Kerja Keras

Di hadapan jajaran Kadin Papua Tengah, Meki juga menekankan pentingnya kejujuran, konsistensi, disiplin dan kerja keras dalam membangun dunia usaha.

Ia mengingatkan agar program atau usaha yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan.

“Bisnis tidak butuh orang pintar, tapi butuh orang kerja keras, orang jujur dan orang disiplin untuk bisa jalan ke depan,” ujarnya.

Meki juga mendorong adanya sosialisasi kepada masyarakat adat mengenai berbagai pola kerja sama investasi. Menurutnya, masyarakat tidak selalu harus menjual tanah untuk memperoleh manfaat ekonomi, tetapi dapat memilih pola kerja sama seperti kepemilikan saham atau penyewaan tanah dalam jangka waktu tertentu.

Ia berharap Kadin dapat berperan dalam membangun pemahaman tersebut sekaligus mempertemukan masyarakat lokal dengan mitra usaha.

Menutup sambutannya, Meki menegaskan bahwa kemajuan Papua Tengah sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang dibangun dari tingkat bawah.

“Papua Tengah ini maju atau tidak, pertama itu tergantung pertumbuhan ekonomi dan itu harus dari bawah. Itu baru bisa memengaruhi IPM, kesehatan dan lain-lain,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LKS Serukan Perlindungan Masyarakat Sipil: Penegakan Hukum Harus Tetap Menghormati Hak Warga

24 September 2026 - 13:29 WIB

IMG 20260924 WA0041

Sebanyak 72 Peserta Seleksi PAG dan SBP di Polda Papua Tengah Ikuti Penandatanganan Pakta Integritas

24 September 2026 - 13:24 WIB

IMG 20260924 WA0054

RAPIMPROV II Kadin Papua Tengah Tetapkan Lima Sektor Prioritas, Fokus Kerja Nyata 2027

24 September 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260924 WA0052

Staff Ahli DPD RI Papua Tengah Dorong Anak Muda Kreatif di Era Digital

24 September 2026 - 05:08 WIB

IMG 20260924 WA0026

Papua Tengah Luncurkan SIBAPATENGA, Perkuat Satu Data Kelautan dan Perikanan

24 September 2026 - 04:20 WIB

IMG 20260924 WA0032
Trending di Headline