NABIRE — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan tiga tower di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Senin (21/9/2026).
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan pembangunan, khususnya setelah dilakukan pengecekan sebelumnya sekitar tiga minggu lalu.

Deinas mengatakan, dalam pengecekan sebelumnya jumlah tenaga kerja yang tersedia baru sekitar 65 orang. Pemerintah kemudian meminta adanya penambahan tenaga kerja agar pekerjaan pembangunan dapat berjalan sesuai target dan kontrak.
“Waktu itu kita sampaikan bahwa tukang yang ada 65 orang harus ada penambahan. Sekarang penambahan itu sudah menjadi 210 orang untuk membangun tiga tower,” kata Deinas kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, penambahan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu perkembangan yang terlihat dalam sidak kali ini. Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kata dia, akan terus melakukan pemantauan agar pembangunan berjalan sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan.
Deinas menegaskan pembangunan tiga tower tersebut ditargetkan sudah selesai pada 31 Desember 2026. Pembangunan itu merupakan bagian dari proyek pusat pemerintahan Papua Tengah, termasuk fasilitas perkantoran dan hunian bagi aparatur.
“Semua tanggal 31 Desember sudah clear, sesuai dengan kontrak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sidak yang dilakukan pemerintah bukan untuk menakut-nakuti para pekerja, melainkan untuk memberikan motivasi dan mendorong agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
“Tujuan kami datang ke sini bukan menakut-nakuti mereka, tetapi memotivasi dan mendorong karyawan supaya pekerjaan ini harus selesai sesuai dengan kontrak kerja,” kata Deinas.
Selain persoalan tenaga kerja, pemerintah juga menemukan kendala pada ketersediaan material pembangunan. Menurut Deinas, tenaga kerja sudah tersedia, namun sejumlah barang atau material yang dibutuhkan masih kurang dan pengadaannya dinilai lambat.

Karena itu, ia meminta pihak ketiga sebagai penyedia barang dan kebutuhan proyek untuk memenuhi seluruh kebutuhan material sesuai komitmen dalam kontrak.
“Tenaga sudah siap, tetapi barang-barang kurang dan ini lambat. Saya tekankan pihak ketiga penyedia harus memenuhi semua barang supaya sesuai dengan komitmen kontrak dan pekerjaan harus selesai,” tegasnya.
Deinas mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan tersebut. Menurut dia, gubernur dan wakil gubernur memiliki komitmen untuk memastikan pembangunan pusat pemerintahan Papua Tengah dapat berjalan dan diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Pada Senin, sidak dilakukan terhadap tiga tower yang sedang dibangun. Sementara pada Selasa (22/9/2026), pemerintah akan kembali melakukan pengecekan terhadap pembangunan gedung Kantor DPR Papua Tengah, Kantor Gubernur Papua Tengah dan Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP).

Untuk pembangunan tiga gedung perkantoran tersebut, Deinas menyebut sebelumnya terdapat sekitar 300 tenaga kerja dan pemerintah telah meminta adanya penambahan tenaga kerja.
“Kita akan cek lagi besok, kita sidak juga. Kenapa kita harus dorong mereka? Supaya pekerjaan ini tuntas dan selesai,” katanya.
Deinas berharap seluruh pekerjaan pembangunan dapat diselesaikan sesuai kontrak sehingga para pekerja dapat kembali berkumpul bersama keluarga pada akhir tahun.
Ia juga menilai perkembangan pembangunan pusat pemerintahan perlu diketahui publik sebagai bagian dari informasi mengenai progres pembangunan di Provinsi Papua Tengah. (MB)







