TIMIKA — Kepolisian Resor (Polres) Mimika akan membentuk posko terpadu sebagai langkah antisipasi sekaligus mempercepat penanganan apabila terdapat aduan masyarakat terkait kondisi asap di wilayah Mimika.
Kapolres Mimika AKBP Alrredo Agustinus Rumbiak mengatakan, posko terpadu tersebut akan direalisasikan setelah pelaksanaan apel. Posko ini nantinya menjadi pusat koordinasi dalam menindaklanjuti setiap laporan atau aduan yang masuk dari masyarakat.
“Sesudah apel ini kita akan merealisasikan adanya posko terpadu apabila nanti adanya aduan-aduan. Di situlah kita merealisasikan penjagaan. Memang harus satu koordinasi,” ujar Alrredo kepada awak medai seusai apel kesiapsiagaan di halaman Eme Meme Yauware, Kamis (27/8/2026).
Ia menjelaskan, posko tersebut akan melibatkan berbagai unsur, sehingga penanganan di lapangan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat dinilai penting dalam menghadapi kondisi yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
“Tetap gabungan. Kita tidak bisa kerja sendiri. Seperti yang saya bilang tadi di dalam amanat saya, bahwasanya ini perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak: TNI, Polri, aparat pemerintah, dan masyarakat pastinya,” katanya.
Mengenai lokasi posko, Alrredo menyebut pihaknya masih akan melakukan koordinasi untuk menentukan titik yang paling strategis. Lokasi tersebut nantinya diharapkan mudah terlihat, didatangi, dan dijangkau oleh masyarakat maupun petugas.
“Kita belum bahas di mana titik poskonya. Nanti kita akan koordinasikan supaya tempat ini juga mudah dilihat, mudah didatangi, dan mudah dijangkau sama siapa pun,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kondisi kabut asap di Mimika, Alrredo mengatakan berdasarkan pantauan BMKG, kondisi saat ini masih dalam kategori aman. Meski asap mulai terlihat, jarak pandang masih berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 meter.
“Dari pantauan BMKG, sejauh ini untuk Mimika sendiri, untuk kondisi asap, ketebalannya masih dikategorikan aman. Walaupun sudah nampak sedikit, tapi jarak pandang masih sekitar 4.000 sampai 5.000 meter untuk jarak pandang. Jadi, masih dikategorikan aman,” ungkapnya.
Kapolres juga mengaku telah berkoordinasi dengan Komandan Lanud terkait kondisi jarak pandang di Mimika. Dari hasil koordinasi tersebut, kondisi yang ada saat ini masih dinilai aman.
“Kemarin saya juga koordinasi sama Komandan Lanud. Saya tanyakan, ‘Komandan, kalau seperti ini jarak begini bagaimana?’ Jawabannya, ‘Oh, ini masih aman,’” tutur Alrredo.
Dengan pembentukan posko terpadu tersebut, Polres Mimika berharap koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih cepat apabila terjadi peningkatan kondisi asap maupun adanya laporan dari masyarakat. (IT)







