TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar workshop pemahaman tenaga kesehatan dan kader tentang konsep lansia tangguh, agar para lanjut usia tetap produktif dan mandiri.
Kegiatan berlangsung di Horison Ultima, Selasa (26/05/2026) yang diikuti oleh perwakilan dari 26 puskesmas di Kabupaten Mimika, termasuk seluruh penanggung jawab program lansia di masing-masing puskesmas dan para kader lansia.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, mengatakan keterlibatan kader lansia dalam workshop sangat penting agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya sesama lansia.
“Bagaimana upaya yang dilakukan agar lansia ini tetap produktif dari segi fisik walaupun memang fisik sudah menurun, dari segi emosionalnya, spiritualnya, segi ekonomi. Nah, itu dia bisa produktif untuk dirinya sendiri,” ujar Sisma saat diwawancarai.
Menurutnya, ada tujuh dimensi lansia tangguh yang menjadi fokus pada workshop ini, yaitu imensi intelektual, fisik, spiritual, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan. Untuk itu, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya tenaga medis dari RSUD, Himpunan Psikologi, serta Dinas Sosial.
“Kalau ingin lansia lebih produktif, mereka harus mendapatkan tambahan ilmu dan pengetahuan terlebih dahulu supaya memahami konsep tentang lansia itu sendiri. Ketika kader sudah menerima materi, mereka bisa berbagi kepada teman-teman seusianya,” terangnya.
Nantinya, ada dua output dari kegiatan ini yaitu penanggung jawab program akan semakin baik dalam membuat program dan pelaporan. Sementara kader bisa memahami konsep lansia, menerapkannya untuk diri sendiri, lalu membagikannya kepada sesama.
“Pelaporan-pelaporan yang semakin baik dari dpenanggungjawab kemudian dari segi kader sendiri, dia bisa paham, bisa mengerti konsep lansia seperti apa. kemudian bisa diterapkan minimal untuk dirinya sendii dan bisa berbagi buat sesama usianya,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Mimika, jumlah lansia yang menjadi sasaran pelayanan saat ini mencapai sekitar 22 ribu orang. Sementara berdasarkan klasifikasi WHO, kelompok usia lanjut dimulai dari usia pertengahan hingga di atas 60 tahun. (Cr2)









