Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

Headline

KNPB Yalimu Gelar Ibadah Natal dan Pendidikan Politik bagi Masyarakat

Etty Welerbadge-check


					KNPB Yalimu Gelar Ibadah Natal dan Pendidikan Politik bagi Masyarakat Perbesar

Yalimu – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yalimu menggelar ibadah Natal bersama yang dirangkaikan dengan kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat setempat, Kamis, 25 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Natal sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai sejarah, hak-hak politik, serta dinamika perjuangan bangsa Papua. Acara berlangsung dari pukul 20.00 hingga 01.00 waktu setempat dan dihadiri oleh masyarakat Yalimu.

Sekretaris Jenderal KNPB Yalimu, Dance Mabel, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai momentum refleksi atas realitas sosial dan politik yang dihadapi rakyat Papua.

Menurutnya, kelahiran Yesus Kristus dipahami sebagai simbol perjuangan melawan penindasan dan ketidakadilan. Ia menekankan bahwa nilai-nilai perdamaian dan keselamatan yang dibawa Yesus menjadi dasar refleksi bagi masyarakat Papua dalam melihat kondisi yang mereka alami saat ini.

Dalam sesi pendidikan politik, Dance Mabel menyampaikan materi mengenai sejarah bangsa Papua, perkembangan perjuangan politik, serta peran masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak dasar mereka. Ia juga menyinggung isu-isu yang berkaitan dengan operasi keamanan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia, serta persoalan perampasan ruang hidup masyarakat Papua.

“Kelahiran Yesus sebagai tokoh revolusioner dunia dipahami sebagai simbol pembebasan dari penindasan. Hal ini menjadi refleksi bagi rakyat Papua yang hingga kini masih merasakan berbagai bentuk ketidakadilan,” ujarnya dalam penyampaian materi.

KNPB Yalimu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Melalui pernyataan resminya, KNPB Yalimu mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesadaran kolektif dan melanjutkan perjuangan sesuai dengan keyakinan dan pandangan politik masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pernyataan sikap dari KNPB Yalimu yang menegaskan bahwa momentum Natal dijadikan sebagai penguatan semangat solidaritas dan persatuan masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026 - 13:10 WIB

IMG 20261005 WA0038

Uskup Hilarion Ajak Umat Katolik di Fakfak Jaga Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sembarangan

5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

IMG 20261005 WA0035

OTK Bersenjata Parang dan Pisau Serang Pasutri di Paniai, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261005 WA0032

Sopir Kadis Dukcapil Dogiyai Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261005 WA0030

HUT ke-81 TNI, Dandim Mimika Tekankan Disiplin, Netralitas dan Kepedulian

5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261005 WA0029
Trending di Headline