Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Hukrim

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah Perbesar

ILAGA – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya meminta kepada Organisasi Papua Merdeka untuk tidak mengganggu stabilitas keamanan sehingga sukacita dapat dirasakan seluruh masyarakat.

“Kita sama-sama jaga Kabupaten Puncak ini. Desember ini jangan ada gangguan. OPM jangan masuk. Menjelang Natal Desember ini, jangan ganggu kita. Kabupaten Puncak ini kita jaga keamanan untuk masyarakat dan untuk Papua,” ujarnya dalam acara adat bakar batu masyarakat Puncak, di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (6/12/2025).

Kata Abelom, ketakutan dirasakan masyarakat pada bulan Desember ini lantaran OPM disebut kerap melakukan aksi. Diketahui, Kabupaten Puncak merupakan salah satu daerah rawan konflik bersenjata.

Masyarakat pun siap bersatu membantu aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan khususnya jelang perayaan natal 25 Desember nanti.

Dengan begitu, proses pembangunan di daerah Puncak dapat berjalan tanpa hambatan.

“Pembangunan harus jalan, jangan ganggu proses pembangunan. Kita bangun Kabupaten Puncak ini bersama-sama. Terima kasih juga kepada bapak Presiden Prabowo yang perhatian kepada kami di sini. Sebelumnya, kemajuan pembangunan belum begitu terlihat, namun sekarang program pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Puncak Papua Dijadikan Medan Tempur OPM Kabupaten Puncak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Tengah, yang dijadikan sebagai medan tempur OPM.

Selain melakukan penembakkan, OPM tercatat kerap melakukan pembakaran rumah warga, sekolah hingga fasilitas publik.

Menangani hal itu, sejumlah Satuan Tugas (Satgas) TNI-Polri ditempatkan di beberapa titik rawan untuk membantu satuan organik setempat. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Baru Di Paniai: DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Pelantikan Dan Rakerda Perdana 

25 Agustus 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260825 WA0010

Kasus Penganiayaan di Depan Pondok Amor, Polisi Masih Dalami Pelaku

25 Agustus 2026 - 10:12 WIB

IMG 20260825 WA0006

Pasca Evakuasi Nakes, Polisi Siapkan Koordinasi untuk Bantu Warga Jila

25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260825 WA0007

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Dekatkan Polisi dengan Warga Muara Puncak Jaya

25 Agustus 2026 - 09:51 WIB

IMG 20260825 WA0004

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Dikecam, Yeri Hamadi: Jangan Jadikan Rakyat Korban Konflik

25 Agustus 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260825 WA0002
Trending di Headline