TIMIKA (Jayapura) – Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Yeri Stenly Hamadi, mengecam tindakan penyanderaan terhadap sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia menegaskan, masyarakat sipil tidak boleh dijadikan korban konflik maupun alat kepentingan politik oleh pihak mana pun.
Ia menyatakan keprihatinannya terhadap warga yang menjadi korban, terlebih terdapat perempuan dan anak-anak dalam kelompok yang disandera.
“Saya turut prihatin dan mengecam keras tindakan yang telah dilakukan oleh TPNPB/kelompok kriminal bersenjata yang telah melakukan penyanderaan terhadap masyarakat sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika,” kata Yeri.
Menurutnya, masyarakat sipil seharusnya tidak menjadi sasaran dalam konflik. Perempuan dan anak-anak, kata dia, merupakan kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan dan tidak boleh dijadikan objek kepentingan politik dengan mengorbankan keselamatan mereka.
“Bagi saya, masyarakat sipil tidak boleh dijadikan korban konflik dan bukan merupakan alat politik. Tidak boleh masyarakat sipil, terlebih perempuan dan anak-anak, dijadikan sasaran ataupun disandera oleh pihak mana pun,” ujarnya.
Yeri pun mendesak pihak yang melakukan penyanderaan agar segera membebaskan seluruh warga sipil yang menjadi korban. Ia berharap seluruh sandera dapat kembali kepada keluarga masing-masing dalam kondisi selamat.
“Untuk itu, saya berharap kepada pihak TPNPB yang melakukan penyanderaan agar segera membebaskan dan melepaskan masyarakat sipil yang telah disandera. Mereka adalah masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa dan pada umumnya masih terdapat anak-anak di bawah umur,” katanya.
Selain mendesak pembebasan para sandera, Yeri meminta aparat keamanan melalui Satgas Damai Cartenz melakukan penegakan hukum terhadap kelompok yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat di Tanah Papua.
Ia menekankan agar proses penegakan hukum dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil.
“Kami juga meminta kepada pihak keamanan, dalam hal ini Satgas Damai Cartenz, agar segera melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap kelompok-kelompok yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat di Tanah Papua, sehingga proses hukum dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yeri juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Damai Cartenz atas pengungkapan kasus pembunuhan terhadap almarhum Bripka Anumerta Fredy Lukas Awe. Ia berharap proses hukum terhadap pihak yang terlibat dapat terus dilanjutkan sesuai ketentuan hukum.
“Kami juga mengapresiasi Satgas Damai Cartenz yang telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Bripka Anumerta Fredy Lukas Awe. Kami berharap proses hukum terhadap para pelaku dapat terus dilanjutkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Yeri.
Yeri turut mengimbau masyarakat Papua, khususnya warga Kabupaten Mimika, agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat di Kabupaten Mimika, saya mengimbau agar tetap tenang, menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya maupun informasi hoaks yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua agar aktivitas warga dapat berjalan dengan baik.
“Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi yang akurat dari pihak keamanan dan kepolisian,” pungkasnya. (IT)







