Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Forum Pegiat Literasi Papua Tengah Rumuskan Solusi Bersama Hadapi Masalah Literasi di 8 Kabupaten

Etty Welerbadge-check


					Forum Pegiat Literasi Papua Tengah Rumuskan Solusi Bersama Hadapi Masalah Literasi di 8 Kabupaten Perbesar

NABIRE – Forum Pegiat Literasi Provinsi Papua Tengah menggelar Temu Akbar Literasi 8 Kabupaten untuk merumuskan solusi bersama terhadap tantangan literasi di wilayah Papua Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (27/11/2025) dan dihadiri oleh puluhan pegiat literasi dari berbagai yayasan, lembaga pendidikan, taman baca, komunitas serta perwakilan dari tiap kabupaten.

Img 20251030 wa0049

Ketua Forum Pegiat Literasi Provinsi Papua Tengah, Mecky Tebai, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memetakan masalah literasi di daerah, termasuk kendala dan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Tujuan kegiatan ini adalah merampungkan semua masalah-masalah dari delapan kabupaten. Komunitas, kendalanya seperti apa, dan rekomendasi kepada pemerintah,” ujar Mecky.

Menurutnya, kehadiran perwakilan Komisi V DPR Papua Tengah menjadi langkah penting untuk menyatukan persepsi serta menyusun kebijakan berbasis masalah riil di lapangan.

“Perwakilan Komisi V bidang pendidikan ini penting sekali. Filosofi kami, jika ada masalah kita harus kembali ke rumah, duduk bersama dan membicarakannya,” jelasnya.

Mecky menegaskan bahwa Papua Tengah saat ini sedang menghadapi persoalan besar di bidang literasi. Karena itu, perlu ada ruang bersama untuk menggali persoalan dan mencari solusi.

“Ketika kita tahu masalahnya, kita cari solusinya bersama. Solusi ini akan kita berikan kepada pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif,” imbuhnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang berdampak pada pencegahan dan penanganan rendahnya minat baca serta buta huruf di kampung-kampung.

“Output yang diharapkan adalah gerakan literasi ke depan tidak diabaikan, baik dalam program kerja maupun pemberantasan buta huruf. Hari ini minat baca anak-anak semakin hilang dan banyak yang perlu kita tolong,” ujar Mecky.

Tercatat lebih dari 70 peserta mendaftar dalam kegiatan ini, sementara lebih dari 50 orang hadir langsung mengikuti jalannya pertemuan. Seluruh kabupaten di Papua Tengah mengirimkan perwakilan.

“Semua ada. Dari yayasan, sekolah, taman baca, lapak baca, dan relawan dari Paniai, Deiyai, Dogiyai, bahkan dari Puncak juga hadir,” ungkap Mecky.

Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa kegiatan ini akan menjadi langkah awal gerakan literasi yang lebih terarah dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Desak Pusat Tolak DOB dan Cabut Izin Tambang

19 Mei 2026 - 02:44 WIB

IMG 20260518 WA0081

Masuki Musim Penghujan, Warga Inauga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan  

19 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260518 WA0023

Penyerapan APBD Mimika Baru 11,38 Persen hingga Pertengahan Mei 2026, Wabup Ingatkan OPD Bergerak Cepat

19 Mei 2026 - 02:06 WIB

IMG 20260518 WA0077

Wabup Mimika Ingatkan OPD Maksimalkan Pelaksanaan Program dan Penyerapan APBD

19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Img 20250714 wa0108(1)

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

18 Mei 2026 - 14:51 WIB

IMG 20260518 WA0266
Trending di Headline