TIMIKA – Ketua Umum Aliansi Pemuda Kei Mimika (APKM), Yoseph Temorubun menyampaikan pernyataan sikap dengan tegas kepada Musa Boma yang belum lama ini mengeluarkan stagmen di salah satu media, dimana menyebutkan “Suku Kei” dianggap memicu ketegangan lahan di Wakia.
Yosep menegaskan, permasalahan yang terjadi di wilayah tersebut adalah masalah tapal batas dan tidak ada kaitannya dengan anak-anak suku Kei. Sehingga dengan adanya narasi yang tersebar di media sosial itu semakin memperkeruh suasana.
“Sebagai ketua umum saya menghimbau jangan ada pihak yang mengkompori atau membangun sebuah narasi yang mengkaitkan suku kei dengan masalah di Wakia,” tegasnya pada Sabtu (22/11/2025).
Menurut Yosep, jika yang bersangkutan ingin berbicara masalah tapal batas sebaiknya bertemu pihak Pemerintah dan mempertanyakannya hal tersebut, bukan membangun narasi yang menyebutkan nama suku.
Yosep menghimbau agar yang bersangkutan segera melakukan klarifikasi sebelum APKM mengambil langkah hukum. Pihaknya masih menunggu itikad baik yang bersanggkutan.
“Pernyataan yang tersebar di medsos mengandung SARA dan UU IT. Mohon segera klarifikasi, kalau tidak, kami akan mengambil langkah hukum karena data dan bukti yang sudah jelas-jelas menyebutkan nama suku,” tambahnya.
Selain itu, Yoseph juga meminta agar semua pemuda Kei tetap menahan diri tidak boleh terpancing dan membuat narasi di media sosial yang semakin memperkeruh suasana dan mengganggu stabilitas keamanan. Sebaliknya, Pemuda kei berperan membantu pemerintah menjaga keamanan di tanah Papua.
“Tanggung jawab kita adalah menjaga keamanan di Mimika dan seluruh tanah Papua. Kita mencari makan di sini bersama orang Papua dengan cara terhormat melanjutkan perjuangan para leluhur, membantu pemerintah darah menjaga keamanan,” pungkasnya. (Etty)






