JAYAPURA – Besok, Keuskupan Jayapura resmi menthabiskan tiga imam baru dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Gereja Katedral Kristus Raja, Dok V Jayapura, Papua. Pentahbisan akan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, pada minggu, (11/11/2025) dan disambut dengan sukacita oleh umat Katolik dari berbagai wilayah.
Dalam keterangan menjelang penthabisan, Mgr. Yanuarius You menyampaikan pesan mendalam mengenai makna imamat dan peran penting keluarga Katolik Papua dalam menumbuhkan panggilan hidup bakti. Ia menegaskan bahwa imamat bukan sekadar upacara formal, melainkan kelanjutan dari karya keselamatan yang diwariskan Yesus Kristus.
“Imamat Katolik selalu ditahbiskan untuk keselamatan manusia. Inilah inti pelayanan kami,” ujar Uskup You.
Dua Putra Asli Papua Di antara Tiga Imam Baru
Momentum ini semakin istimewa karena dari tiga imam yang ditahbiskan, dua adalah putra asli Papua dari Asmat dan Wamena. Sementara satu imam lainnya, meski berasal dari Flores, telah lama mengakar dan menjalani formasi di tanah Papua. Hal ini menunjukkan bahwa benih iman dan panggilan semakin bertumbuh di hati generasi muda Papua.
Uskup Yanuarius juga menyoroti pertumbuhan umat Katolik yang terus meningkat di Papua. Menurutnya, hal ini merupakan berkat sekaligus tantangan yang menuntut penambahan tenaga imam.
“Umat ini punya hak untuk mendapat pelayanan rohani. Mereka bertambah, maka kebutuhan imam juga harus bertambah,” jelasnya.
Seruan untuk Keluarga Katolik Papua
Dalam pesannya, Uskup You menekankan dua hal penting:
1. Rumah adalah sekolah iman pertama.
Orang tua diminta menjadi teladan, mengajarkan doa, dan menciptakan suasana penuh kasih dalam keluarga sebagai dasar panggilan rohani.
2. Jangan takut punya banyak anak.
Ia mendorong keluarga Katolik untuk tidak ragu memiliki empat hingga lima anak.
“Kalau anak banyak, orang tua tidak berat hati bila ada yang terpanggil menjadi imam atau suster,” ujarnya.
Profil Tiga Imam Baru
1. RD. Weakti Rufino Emanuel Kossay (Wamena – Hubula)

Lahir di Sentani, 7 Agustus 1995. Putra pasangan Eddy Kossay dan Dominika Hubi. Menyelesaikan pendidikan teologi di STFT Fajar Timur Abepura.
Motto: “Tuhan Menghendakinya” (Yak. 4:15).
2. RD. Yufensius Wabiaman Aituru (Asmat)

Lahir di Aworket, 7 Oktober 1995. Anak pertama dari Yosep Yawai Aituru dan Yosefa Akan Keet.
Motto: “Tuhan mau pakai…” (bdk. Mat. 21:3).
3. RP. Ambrosius Weke, OFM (Flores – Manggarai Barat)

Lahir 28 Juni 1994. Putra kelima dari enam bersaudara. Anggota Ordo Fransiskan (OFM) yang mengikrarkan Kaul Kekal sebelum tahbisan.
Motto: “Hendaklah kamu saling mengasihi” (Yoh. 15:17).
Perjalanan Formasi Panjang
Ketiga imam tersebut sebelumnya ditahbiskan sebagai diakon pada 15 Juni 2025 di Seminari Menengah St. Fransiskus Asisi. Mereka menjalani formasi panjang, termasuk Tahun Orientasi Rohani (TOR) dan Tahun Orientasi Karya (TOK) serta berbagai penugasan pastoral di pedalaman dan perkotaan.
Harapan untuk Masa Depan Gereja Papua
Gereja berharap kehadiran tiga imam baru ini memperkuat pelayanan pastoral di Keuskupan Jayapura, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk berani menjawab panggilan Tuhan.
Umat menyambut penuh sukacita kehadiran RD. Weakti Rufino Emanuel Kossay, RD. Yufensius Wabiaman Aituru, dan RP. Ambrosius Weke, OFM dalam karya pelayanan Gereja di tanah Papua. (MB)






