JAKARTA – Komitmen untuk mewujudkan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui digitalisasi pendidikan terbukti nyata di Provinsi Papua Tengah. Berkat advokasi dan pengawalan intensif dari Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Papua Tengah, Bapak Wilhelmus Pigai, sebanyak 908 satuan pendidikan di delapan kabupaten/kota kini menjadi sasaran penerima paket Digitalisasi Pembelajaran, yang mencakup perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau smart board.
Bantuan ini merupakan realisasi program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) yang sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Bapak Wilhelmus Pigai menegaskan bahwa upaya pengawalan ini bertujuan mempercepat pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi di Papua Tengah, khususnya daerah 3T.
“Kami berterima kasih karena usulan kami dari Papua Tengah langsung direspons oleh Kemendikdasmen. Pengawalan ini memastikan bahwa 908 sekolah di Papua Tengah tidak tertinggal dan dapat merasakan manfaat program pusat, selaras dengan visi Bapak Presiden Prabowo,” ujar Pigai. Jumat, (14/11/2025).
Program bantuan ini mencakup paket IFP, perangkat layar sentuh besar yang digunakan untuk pembelajaran interaktif. Pengiriman bantuan ini sudah mulai berlangsung secara bertahap dan diperkirakan sebagian sudah tiba di Papua Tengah pada bulan Oktober.
Secara total, 908 sekolah yang menjadi sasaran terdistribusi di delapan kabupaten, terdiri dari:
• 575 Sekolah Dasar (SD)
• 174 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
• 60 Sekolah Menengah Atas (SMA)
• 99 TK/PAUD
Distribusi sasaran terbanyak berada di Kabupaten Mimika dengan total 272 sekolah dan Kabupaten Nabire dengan 234 sekolah. Daerah lain seperti Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya juga menerima alokasi bantuan ini.
Pigai menambahkan bahwa ia akan terus mengawal agar program ini bersifat komprehensif. Selain itu, perangkat pendukung penting seperti laptop untuk guru dan sekolah, yang merupakan bagian dari paket digitalisasi, masih dalam proses penganggaran dan pengadaan di pusat.
“Kami akan terus mengawal proses pengadaan laptop ini hingga tuntas, memastikan seluruh paket digitalisasi tiba dan termanfaatkan oleh guru dan siswa di Papua Tengah,” tutup Pigai.






