NABIRE – Tani Merdeka Indonesia (TMI) Papua Tengah mengambil langkah tegas untuk mentransformasi sektor peternakan di Kabupaten Nabire. Melalui Bidang Peternakan Kabupaten, TMI menggelar sosialisasi intensif pada Selasa (11/11/2025) yang menyasar lima distrik.
Sosialisasi ini difokuskan pada upaya peningkatan kapasitas bagi kelompok masyarakat yang selama ini mengelola usaha ternak dalam skala kecil dan menengah. Tujuannya adalah mengubah persepsi peternakan dari sekadar kegiatan subsisten menjadi usaha yang berkelanjutan, profesional, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ketua Bidang Peternakan Kabupaten Nabire, Yusuf Kudiai, memimpin langsung kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya manajemen modern. “Peternakan bukan hanya sekadar kegiatan sampingan, tetapi adalah bagian penting dari pembangunan ekonomi rakyat,” ujar Kudiai. “Kami ingin masyarakat di lima distrik ini mampu mengembangkan potensi peternakan secara mandiri.”
Materi sosialisasi mencakup spektrum luas kebutuhan peternak, antara lain:
- Manajemen Kandang: Penataan dan kebersihan kandang yang berdampak langsung pada kesehatan ternak.
- Strategi Pakan: Pengetahuan tentang komposisi pakan yang optimal untuk pertumbuhan dan produktivitas hewan.
- Kesehatan Hewan: Pencegahan penyakit dan langkah-langkah penanganan dasar.
- Akses Pasar: Pemetaan potensi dan jalur distribusi produk ternak di pasar lokal.
Ketua TMI Papua Tengah, Aser Yogi, turut memberikan apresiasi tinggi atas kerja konkret di lapangan dan menjanjikan dukungan yang berkelanjutan. TMI menargetkan sosialisasi ini akan diikuti dengan pendampingan teknis, pelatihan lanjutan, serta penguatan kelembagaan untuk memastikan program tidak berhenti di tahap teori. Langkah ini dianggap krusial untuk mengatasi tantangan umum di wilayah tersebut, seperti akses pakan dan keterbatasan tenaga ahli.






