Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

Dana Otsus Dipangkas, Pemda di Papua Didesak Cari Strategi Kreatif

adminbadge-check


					Dana Otsus Dipangkas, Pemda di Papua Didesak Cari Strategi Kreatif Perbesar

MANOKWARI – Pemerintah daerah (Pemda) di enam provinsi Papua didorong untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru menyusul adanya efisiensi atau pemangkasan anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus).

​Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Vernando Wanggai, mengakui bahwa postur anggaran yang relatif berkurang ini menjadi tantangan tersendiri.

​”Memang kita merasakan bahwa postur anggaran kita, terutama di enam provinsi, relatif berkurang, tapi ini sebuah tantangan bagi kita,” kata Velix di Manokwari, Papua Barat.

​Menurut Velix, momentum ini harus dimanfaatkan oleh Pemda untuk tidak hanya bergantung pada dana transfer, tetapi mulai menyusun strategi tepat untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

​Ia menjabarkan beberapa strategi yang dapat ditempuh, dimulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​”Kita akan pertama adalah strategi optimalisasi pendapatan asli daerah. Sumber-sumber yang harus diintensifikasi, sumber-sumber pajak,” ujarnya. Rabu, (05/11/2025).

​Selain pajak, Velix menekankan pentingnya pengembangan ekonomi lokal di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Ia juga mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijak melalui sektor kehutanan dan perhutanan sosial, serta pentingnya memberikan kemudahan perizinan untuk investasi.

​Lebih lanjut, Velix menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta adalah kunci. “Dan terakhir adalah sektor swasta yang harus kita dorong untuk ada di Tanah Papua,” tambahnya.

​Dorongan untuk sinergi ini turut diamini oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk. Ribka menyebut bahwa birokrasi dan sektor swasta merupakan “dua mesin” penggerak ekonomi.

​”Jadi ada dua mesinnya, mesin birokrasi dan mesin swasta. Ini, kita mau hidupkan,” kata Ribka.

​Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang optimal di Papua tidak akan terjadi jika hanya mengandalkan satu mesin saja, sehingga sinergi keduanya mutlak diperlukan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Desak Pusat Tolak DOB dan Cabut Izin Tambang

19 Mei 2026 - 02:44 WIB

IMG 20260518 WA0081

Masuki Musim Penghujan, Warga Inauga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan  

19 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260518 WA0023

Penyerapan APBD Mimika Baru 11,38 Persen hingga Pertengahan Mei 2026, Wabup Ingatkan OPD Bergerak Cepat

19 Mei 2026 - 02:06 WIB

IMG 20260518 WA0077

Wabup Mimika Ingatkan OPD Maksimalkan Pelaksanaan Program dan Penyerapan APBD

19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Img 20250714 wa0108(1)

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

18 Mei 2026 - 14:51 WIB

IMG 20260518 WA0266
Trending di Headline