TIMIKA – Walaupun situasi sudah kondusif, pihak Kepolisian Mimika hingga saat ini masih standby untuk melakukan pengamanan dan petroli rutin di wilayah Kwamki Narama. Ini mengantisipasi agar saling serang antar dua kubu di Kwamki Narama tidak terjadi lagi.
Disampaikan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman bahwa pihaknya tetap upayakan preventif dan preentif. Kemudian juga akan dilakukan upaya hukum selain sanksi adat maupun hukum positif.
“Kita akan cari pelaku-pelakunya, termasuk provokatornya juga kita cari. Jadi tidak ada ruang disini bagi provokator dan pembuat rusuh di wilayah kami. Kita akan tetap cari dan upayakan dilakukan penegakan hukum,”katanya, Rabu (05/11/2025).
Kata Kapolres bahwa pihaknya juga sudah memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat khususnya Kwamki Narama untuk tidak terprovokasi.
“Karena inikan sudah lama dan masalah ini juga sudah selesai juga. Kita selesaikan dengan kepala dingin. Apabila ada hal hal yang perlu disampaikan silahkan kita siap 24 jam untuk mediasi,” kata AKBP Billy.
Lanjutnya,”Motif saling serang ini kita masih dalami juga. Karena memang yang menjadi korban malah dari tokoh agama ,dan ini yang kita sayangkan,”sambung Kapolres.
Menurut AKBP Billy, pihaknya juga sudah koordinasi dengan Pemda Mimika dan juga DPRK Mimika bahwa untuk masalah di Kwamki Narama bukan hanya masalah di kepolisian saja namun juga melibatkan Pemda Mimika dan Puncak.
“Jadi harus ada solusi bagaimana menyelesaikan masalah ini. Kalau kita dari pihak keamanan harus siap mengamankan. Tapi untuk solusinya bagaimana harus melibatkan berbagai pihak,” ujar Kapolres. (IT)








