NABIRE – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Provinsi Papua Tengah menyelenggarakan Pelatihan Geographical Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis untuk pengelolaan data berbasis spasial, bertempat di Aula RRI Nabire Kami – Jumat, 9–10 Oktober 2025.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Asisten II Sekretaris Daerah Papua Tengah, Herman Kayame, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Pelatihan menghadirkan tim ahli GIS dari World Resources Institute (WRI) Jayapura sebagai narasumber utama.
Dalam laporannya, Kepala Baperida Papua Tengah, Eliezer Yogi, menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah dasar hukum, antara lain Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
Sebanyak 66 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas pejabat struktural, fungsional perencana, serta staf teknis pengelola data dari 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Materi pelatihan mencakup:
- Konsep dasar GIS dan peranannya dalam perencanaan pembangunan daerah.
- Teknik pengelolaan data spasial dan pemetaan tematik.
- Analisis spasial untuk mendukung kebijakan pembangunan.
- Praktik aplikasi GIS sesuai kebutuhan sektoral di Papua Tengah.
Gubernur: GIS Jadi Fondasi Transformasi Pembangunan Berbasis Data
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh asisten II Setda, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi perencanaan pembangunan yang modern dan berbasis bukti (evidence-based planning).
“Dunia kini bergerak menuju era digital. Setiap kebijakan harus didukung oleh data yang akurat, terverifikasi, dan mudah diakses. Di sinilah GIS menjadi sangat penting karena mampu menghadirkan gambaran nyata kondisi wilayah kita — mulai dari tata ruang, pertanian, pendidikan, hingga lingkungan hidup,” ujar Nawipa dalam sambutan tertulis Kamis, (9/10/2025)
Ia menambahkan, penguatan data spasial akan membantu pemerintah dalam:
Mengidentifikasi daerah rawan bencana,
Memetakan potensi ekonomi lokal secara lebih rinci, dan
Menjamin pembangunan infrastruktur berjalan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
“Inilah bentuk transformasi birokrasi menuju pemerintahan berbasis data. Papua Tengah tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga harus menjadi contoh bagaimana teknologi digunakan untuk mempercepat pembangunan,” lanjutnya.
Gubernur juga berpesan agar seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan semangat belajar yang tinggi dan menerapkan ilmu yang diperoleh di instansi masing-masing.
“Ilmu yang didapat jangan berhenti di ruangan ini. Terapkan dan ajarkan kembali kepada rekan-rekan di kantor, agar manfaatnya lebih luas,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Gubernur, berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan tata kelola pembangunan berbasis data, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun anggaran.
“Pembangunan Papua Tengah hanya akan berhasil bila dilaksanakan dengan perencanaan yang kuat, berbasis data, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” pungkasnya.(MB)






