TIMIKA – Tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan tujuh jenazah karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menjadi korban longsor di area tambang bawah tanah di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Ketujuh korban ditemukan setelah proses pencarian intensif berhari-hari pascalongsor yang terjadi pada belum lama ini.
Dalam keterangan resminya, Ketua Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Leonardus Tumuka menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya para pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga serta bagian penting dari masyarakat lokal.
“Kami sangat berduka atas peristiwa ini. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Leo, di Kantor YPMAK pada Senin (6/10/2025).
YPMAK juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Tim yang terdiri dari personel PTFI, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan, bekerja tanpa kenal lelah di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.
“Upaya luar biasa yang ditunjukkan oleh tim penolong sangat kami hargai. Ini menunjukkan semangat kemanusiaan yang kuat dan solidaritas yang saat ini, seluruh jenazah telah dievakuasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga di kampung halamannya masing-masing untuk proses pemakaman.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama di industri berisiko tinggi seperti pertambangan. YPMAK mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam doa dan dukungan moral bagi para keluarga korban yang sedang berduka. (Etty Welerubun)






