Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Ratusan Pencaker Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi

Etty Welerbadge-check


					Ratusan Pencaker Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Perbesar

TIMIKA – Ratusan pencari kerja (Pencaker) Orang Asli Papua (OAP) dan Lahir Besar Timika (Labeti) mengikuti pelatihan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Diana Rabu (20/08/2025) secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot.

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga menyampaikan bahwa Undang-undang cipta kerja mewajibkan pekerja maupun pencaker harus mempunyai sertifikasi keahlian. Sehingga pemerintah daerah merespon ini dengan melakukan pelatihan-pelatihan.

“Jadi dengan sertifikasi yang mereka miliki kami berharap mereka buka lapangan kerja baru. Dan sertifikasi ini juga menjadi jembatan untuk mereka bisa masuk dunia kerja,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah daerah tidak melakukan pelatihan maka jumlah pencaker akan terus meningkat, bahkan bisa dibilang pemerintah daerah tidak respon.

“Pengalaman tahun pertama itu mereka masih pelatihan tapi perusahaan sudah ambil mereka. Pemerintah punya tugas mempromosikan peserta ke perusahaan-perusahaan,”ujarnya.

Dikatakannya, untuk jumlah peserta dari tahun lalu dan tahun ini sama yakni 600 peserta, namun bedanya itu di bidang ketrampilan.

“Tahun lalu itu 10 bidang ketrampilan, kalau sekarang hanya 9 bidang ketrampilan saja,” kata Paulus.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan, permasalahan pencari kerja di Indonesia pada umumnya, dan di Kabupaten Mimika pada khususnya, adalah ketidaksiapan mereka untuk memasuki dunia kerja itu sendiri.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan yang dimiliki terkadang tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh dunia kerja yang membutuhkαn.

“Inilah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu ada campur tangan pemerintah terkait bagaimana menyiapkan para pencari kerja yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,”ujarnya.(IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline