Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

Dukung Sekolah Rakyat Prabowo, Kemnaker-Kemensos Satukan Kekuatan! 41 BLK Siap Disulap Jadi Pusat Pendidikan Gratis

adminbadge-check


					Dukung Sekolah Rakyat Prabowo, Kemnaker-Kemensos Satukan Kekuatan! 41 BLK Siap Disulap Jadi Pusat Pendidikan Gratis Perbesar

JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat, sebagai senjata baru dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menyatukan langkah, memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik negara untuk mendirikan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Kesepakatan ini diumumkan dalam pertemuan hangat antara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Jumat (20/6/2025) di Jakarta.

“Kami siap all out! Arahannya jelas dari Presiden: optimalkan BLK dan UPTD yang ada untuk memperluas akses Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia,” tegas Menaker Yassierli.

Target Nyata: 100 Titik, 10.000 Siswa

Program Sekolah Rakyat akan dimulai secara bertahap. Tahap pertama menyasar 100 lokasi dengan target hampir 10.000 siswa, lengkap dengan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan yang telah direkrut khusus.

Mensos Saifullah menyampaikan optimismenya:

“Kami akan menambah titik Sekolah Rakyat pada 2025 dan 2026. Syukurlah, dari hasil diskusi dengan Kemnaker, ada 41 BLK siap dimanfaatkan untuk tahap awal. Ini kolaborasi nyata, bukan sekadar wacana.”

Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Pusat Keterampilan

Sekolah Rakyat bukan hanya ruang belajar, tapi juga pusat pelatihan keterampilan yang akan melahirkan lulusan siap kerja, sesuai standar Kemnaker. Kurikulum pun akan dirancang agar selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan potensi lokal masing-masing wilayah.

“Lulusan Sekolah Rakyat harus punya skill. Kita akan sesuaikan kurikulumnya agar mereka bisa langsung produktif,” ujar Saifullah.

Tak hanya itu, Kementerian PUPR juga dilibatkan untuk memastikan fasilitas BLK yang akan digunakan layak dan nyaman bagi proses belajar mengajar.

Sekolah Rakyat: Jalan Baru Menuju Keadilan Sosial

Kolaborasi lintas kementerian ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk rakyat. Dengan memanfaatkan aset yang sudah ada, program Sekolah Rakyat menjadi bentuk konkret komitmen pemerintah dalam mempersempit kesenjangan sosial dan membuka peluang masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Mimika Gelar Workshop Lansia Tangguh, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Mandiri

26 Mei 2026 - 05:37 WIB

IMG 20260526 WA0009

Hadiri Peresmian Guest House Elvis Tabuni, Melkianus Mote Terima Cinderamata dari Bupati Puncak

26 Mei 2026 - 05:32 WIB

IMG 20260526 WA0006

Mahasiswa Papua Semarang Soroti Militerisme dan dampaknya di Papua: Negara Dinilai Gagal Lindungi Hak Sipil OAP

26 Mei 2026 - 05:09 WIB

IMG 20260526 WA0001

Bupati Mimika Johannes Rettob Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden di Masjid Al-Ikhlas SP 1 Timika

26 Mei 2026 - 02:52 WIB

IMG 20260526 WA0003

Koops TNI Habema Evakuasi 44 Warga Pendulang Emas Dari Wilayah Rawan Gangguang Keamanan di Awimbon 

25 Mei 2026 - 10:25 WIB

IMG 20260525 WA0084
Trending di Headline