MIMIKA – Kota tambang ini tak hanya kaya emas, tapi juga tengah memancarkan cahaya iman. Sejak Minggu (11/5/2025), Timika menjadi saksi sejarah: 16 uskup dari berbagai penjuru Indonesia mulai berdatangan, membawa semangat persaudaraan dan harapan baru bagi Gereja Katolik di Bumi Cenderawasih.
Rangkaian kedatangan para gembala ini menandai dimulainya momen sakral — Pentahbisan Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Baru Bofitwos, OSA, putra asli Papua yang akan resmi menggembalakan umat Katolik.
Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, menjadi sosok pertama yang mendarat di Bandara Mozes Kilangin pada Minggu sore. Langkahnya disambut hangat, bukan hanya oleh panitia dan imam-imam lokal, tapi juga oleh tarian adat dan alunan tifa yang menggetarkan sukma.
Keesokan harinya, Senin (12/5), atmosfer kota semakin semarak. Sekitar pukul 09.00 WIT, sembilan uskup mendarat bersamaan. Deretan nama besar Gereja Katolik hadir, di antaranya:
-
Mgr Robertus Rubiyatmoko (Uskup Agung Semarang)
-
Mgr Christophorus Tri Harsono (Purwokerto)
-
Mgr Petrus Boddeng Timang (Banjarmasin)
-
Mgr Paskalis Bruno Syukur (Bogor)
-
Mgr Vitus Rubianto Solichin, SX (Padang)
-
Mgr Valentinus Saeng, CP (Sanggau)
-
Mgr Dominikus Saku (Atambua)
-
Mgr Agustinus Agus, OP (Uskup Agung Pontianak)
-
Mgr Seno “Inno” Ngutra (Amboina)
Tak berhenti di situ. Pukul 10.00 WIT, Mgr Yanuarius Teofilus Matopai You dari Keuskupan Jayapura tiba, disusul oleh lima uskup lainnya pada pukul 12.25 WIT. Mereka adalah:
-
Mgr Cornelis Sipayung (Uskup Agung Medan)
-
Mgr Fransiskus Tuaman Sinaga (Sibolga)
-
Mgr Edmund Woga (Weetebula)
-
Mgr Nico Adi Seputra (Uskup Emeritus Merauke)
-
Mgr Aloysius Sudarso (Uskup Emeritus Palembang)
Bandara seolah menjadi panggung rohani. Pelukan persaudaraan, nyanyian syukur, dan sorot mata haru menghiasi tiap kedatangan. Umat yang hadir tak sekadar menyambut, mereka menyatu dalam suasana iman yang kuat — menghadirkan wajah Gereja yang hidup, penuh kasih, dan berakar dalam budaya Papua.
Selain para uskup, sejumlah Vikaris Jenderal dan Sekretaris Keuskupan dari berbagai daerah juga telah hadir, mempertegas bahwa momen ini bukan hanya milik Keuskupan Timika, tetapi milik seluruh Gereja Katolik Indonesia.
Pentahbisan Mgr Bernardus dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan diyakini akan menjadi tonggak baru perjalanan rohani umat Katolik di Papua Tengah.






