JAKARTA – Kardinal Ignatius Suharyo telah tiba di Roma pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, guna mengikuti konklaf pemilihan Paus baru yang dijadwalkan dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025.
Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, Romo Adi Prasojo, membenarkan kedatangan tersebut. “Sudah tiba di Roma tadi pukul 08.00 waktu setempat,” ujarnya kepada kumparan.
Menurut informasi resmi dari Humas Keuskupan Agung Jakarta melalui unggahan di Instagram, Kardinal Suharyo mendarat di Bandara Fiumicino, Roma, pada pukul 08.15 waktu setempat. Ia disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Trias Kuncahyono, beserta sejumlah rohaniwan Indonesia yang tengah bertugas dan menjalani studi di Roma.
Keberangkatan Kardinal Suharyo awalnya dijadwalkan pada Minggu, 4 Mei, namun dimajukan sehari lebih awal atas permintaan Dewan Kardinal. “Para kardinal diharuskan sudah berkumpul pada 5 Mei untuk memulai rangkaian kegiatan konklaf,” ujar Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, Sabtu (26/4).
Kardinal Suharyo bertolak dari Jakarta pada Sabtu sore, 3 Mei, menggunakan penerbangan transit melalui Doha. Sebelum meninggalkan Wisma Keuskupan, beliau sempat menjawab pertanyaan media terkait persiapannya menghadapi konklaf. Mengutip pernyataan Humas Keuskupan Agung Jakarta, ia sambil tersenyum mengeluarkan sebuah pulpen dari sakunya dan berkata, “Persiapannya membawa diri dan pulpen.”
Agenda resmi konklaf dimulai pada Senin, 5 Mei, dengan kegiatan penandatanganan sumpah kerahasiaan oleh seluruh pejabat dan staf yang terlibat, yang akan berlangsung pukul 17.30 waktu setempat.
Misa pembukaan konklaf akan digelar pada Rabu, 7 Mei, pukul 10.00 pagi di Basilika Santo Petrus. Pada pukul 16.30, konklaf dimulai dengan prosesi doa di Kapel Paulus Vatikan, diikuti dengan pengambilan sumpah oleh para kardinal di Kapel Sistina. Mereka akan mengenakan pakaian liturgis sesuai tradisi masing-masing gereja, baik ritus Latin maupun Timur.
Konklaf akan berlangsung hingga terpilihnya Paus baru yang menggantikan Paus Fransiskus, yang wafat pada 21 April lalu. Sesuai ketentuan, hanya kardinal berusia di bawah 80 tahun yang berhak memilih dan dipilih dalam proses ini. Dari Indonesia, satu-satunya peserta adalah Kardinal Ignatius Suharyo, yang kini turut berperan dalam sejarah penting Gereja Katolik dunia.






