TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai merencanakan pembangunan Alun-Alun Kota Timika sebagai ruang publik baru yang diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas kota.
lokasi pembangunan berada di kawasan Pohon Jomlo di Jalan Yakobus Yawa, Distrik Mimika Baru. Dengan luas lahan sekitar 400 x 400 meter persegi, kawasan tersebut nantinya akan ditata dengan menggabungkan unsur kearifan lokal dan konsep modern.

Ruang publik ini tidak hanya diarahkan sebagai kawasan terbuka, tetapi juga diharapkan dapat menjadi tempat masyarakat berolahraga, menikmati kuliner, berekreasi hingga menyalurkan berbagai kreativitas.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan pembangunan masih berada dalam tahap perencanaan. Pemkab Mimika menggandeng konsultan dari UGM Yogyakarta untuk menyusun konsep dan desain kawasan.
Menurutnya, konsep yang telah disusun konsultan masih terbuka terhadap berbagai masukan, khususnya dari masyarakat dan pemangku kepentingan yang memahami budaya serta karakter kehidupan masyarakat Mimika.
“Teman-teman konsultan membutuhkan masukan-masukan. Kita harap, alun-alun Kota Timika ini akan menjadi pusat aktivitas masyarakat Timika yang positif. Ada kulinernya, ada aktivitas jogging atau olahraga, juga aktivitas hiburan bagi masyarakat,” ujar Inosensius Yoga, Selasa (01/09/2026).
Pemerintah daerah juga meminta konsultan memastikan rancangan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan mampu mendukung aktivitas masyarakat. Sehingga tidak hanya memperhatikan persoalan tampilan kawasan.
Sejumlah aspek teknis mulai dari karakteristik tanah, sirkulasi kendaraan hingga pola pergerakan pejalan kaki menjadi perhatian dalam kajian. Konsultan sendiri telah melakukan pengumpulan data sejak Juni 2026 untuk menjadi dasar penyusunan desain.
Hasil kajian tersebut kemudian dipadukan dengan regulasi dan visi pembangunan daerah, termasuk konsep Timika Harmoni dan Smart City. Menurut Inosensius Yoga Pribadi, rancangan tersebut masih memungkinkan mengalami perubahan karena akan mendapat masukan dalam seminar lanjutan hingga seminar akhir.
“Nanti di seminar selanjutnya kita sudah tahu apa saja yang sudah diaplikasikan dari masukan-masukan yang ada dengan kondisi existing. Nanti akan muncul lagi masukan-masukan untuk melengkapi di seminar akhir,” pungkasnya. (Cr2)







