Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Ditpolairud Polda Papua Tengah Perluas Pencarian Perahu Hilang, Lima Orang Belum Ditemukan

Etty Welerbadge-check


					Ditpolairud Polda Papua Tengah Perluas Pencarian Perahu Hilang, Lima Orang Belum Ditemukan Perbesar

NABIRE – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Tengah terus melakukan pencarian terhadap sebuah perahu motor yang dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui) menuju Kabupaten Waropen, Papua.

Perahu motor berwarna putih yang menggunakan dua mesin tempel masing-masing berkekuatan 15 PK itu bertolak dari Serui pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Perahu tersebut membawa lima orang, terdiri dari satu motoris dan empat penumpang.

IMG 20260826 WA0040

Kelima orang yang berada di dalam perahu yakni Amsal Yowei selaku motoris, Malfin Yowei sebagai masyarakat, serta tiga anggota Polres Waropen, masing-masing Bripda Lamek Abon, Bripda Farel Raunsai dan Bripda Melfin Maniani.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk membantu pencarian.

“Ini hari ketiga kita ikut melakukan pencarian. Personel terus bergerak menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya perahu,” kata Mas Anton, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, tim juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat pesisir untuk memperoleh informasi yang dapat membantu menemukan kelima orang tersebut.

Informasi mengenai kondisi perahu pertama kali diketahui setelah salah satu penumpang, Bripda Lamek Abon, menyampaikan informasi melalui grup komunikasi bahwa rombongan mengalami kondisi hanyut di tengah laut.

“Berdasarkan informasi terakhir yang diterima tim, perahu tersebut diduga hanyut ke arah barat menuju perairan wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” jelasnya.

Pencarian Diperluas ke Perairan Nabire

Pada hari pertama pencarian, tim menyisir sejumlah wilayah perairan, di antaranya Mor, Mambor dan Wapoga. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

Pada pencarian berikutnya, wilayah penyisiran diperluas dengan melibatkan unsur SAR menuju perairan Nabire Timur. Tim melakukan penyisiran permukaan laut sekaligus menyusuri sejumlah pesisir yang diperkirakan menjadi lokasi perahu terbawa arus.

Sejumlah sektor menjadi sasaran pencarian, yakni Sektor A di sekitar perairan Kampung Napan, Distrik Napan; Sektor B di sekitar perairan Pulau Moor, Distrik Kepulauan Mora; serta Sektor C di sekitar Pulau Babi, Distrik Kepulauan Mora.

Penyisiran kemudian dilanjutkan menuju wilayah Wapoga. Dari wilayah tersebut, personel bergerak menuju Kampung Hariti, Mambor dan sejumlah pulau di sekitarnya untuk memperluas sektor pencarian.

Mas Anton mengatakan, personel Ditpolairud juga terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir.

“Informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah pencarian, terutama dengan mempertimbangkan kondisi arus, angin dan karakteristik perairan,” ujarnya.

Kabut Asap Hambat Pencarian

Upaya pencarian menghadapi kendala akibat kabut asap dan kondisi udara yang kabur sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di laut sangat terbatas, sekitar 300 meter. Situasi ini menyulitkan personel melakukan penyisiran secara visual sekaligus meningkatkan risiko keselamatan dalam pelayaran.

“Dengan kondisi jarak pandang yang sangat terbatas, pencarian pada hari kedua akhirnya dihentikan sementara sekitar pukul 17.45 WIT dengan tetap mempertimbangkan keselamatan personel,” tuturnya.

Meski menghadapi kendala cuaca dan jarak pandang, Mas Anton menegaskan pencarian terhadap perahu beserta lima orang di dalamnya akan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur terkait.

“Kami berharap ada informasi dari masyarakat maupun pihak lain yang melihat keberadaan perahu tersebut. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Ia menambahkan, keselamatan lima orang yang berada di dalam perahu menjadi prioritas utama dan seluruh upaya akan dilakukan untuk menemukan mereka secepat mungkin. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Deiyai Serahkan Bantuan kepada 24 Kelompok Sanggar dan Pengrajin

21 Oktober 2026 - 02:40 WIB

IMG 20261021 WA0009

APBD Perubahan Mimika 2026 Dievaluasi Provinsi, Pemkab Tunggu Lampu Hijau Realisasi Anggaran

21 Oktober 2026 - 02:35 WIB

IMG 20260728 WA0014

Dana Otsus Mimika Terserap 90 Persen, Wabup Desak OPD Percepat Administrasi Tahap Berikutnya

21 Oktober 2026 - 02:24 WIB

IMG 20261018 WA0029

HUT ke-65, DPD Partai Golkar Mimika Gelar Syukuran, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Partai

20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261021 001323

John NR Gobai Dorong Penataan Danau Paniai, Ekskavator Amfibi Disiapkan untuk Atasi Pendangkalan

20 Oktober 2026 - 13:54 WIB

IMG 20261020 225243
Trending di Headline