DEIYAI — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, melalui Dinas Perikanan Kabupaten Deiyai menyalurkan bantuan alat tangkap ikan kepada 450 mama-mama nelayan yang tersebar di 36 kampung di wilayah sekitar Danau Tigi. Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di halaman Aula Tuyana, Sabtu (27/6/2026).
Bantuan yang diberikan berupa paket perlengkapan nelayan yang terdiri atas jaring tasi sepanjang 20 meter, hapa, cooler box, jas hujan, senter kepala, serta berbagai perlengkapan penangkapan ikan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote mengatakan bahwa program bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Saya sudah menyampaikan sejak tahun lalu bahwa pada tahun 2026 akan ada bantuan bagi para nelayan. Hari ini sebanyak 450 orang menerima bantuan sesuai data yang telah terdaftar,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berprofesi sebagai nelayan dan memanfaatkan alat tangkap untuk kebutuhan ekonomi keluarga.
Menurutnya, bantuan pemerintah tidak boleh diperjualbelikan atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bekerja sebagai nelayan.
“Bantuan ini harus digunakan untuk menangkap ikan dan meningkatkan penghasilan keluarga. Jangan mengambil bantuan hanya untuk dijual kembali,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi masyarakat nelayan. Menurutnya, seluruh penerima bantuan harus memiliki identitas yang jelas karena setiap program pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, ia meminta masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan untuk memperbarui status pekerjaan pada data kependudukan agar dapat memperoleh kartu nelayan dan berbagai program bantuan khusus yang disediakan pemerintah.
“Bagi yang belum memiliki KTP, segera melakukan perekaman. Status pekerjaan juga harus disesuaikan sebagai nelayan agar dapat terdata dalam program-program bantuan perikanan ke depan,” katanya.
Bupati turut mengimbau masyarakat yang belum menerima bantuan agar tidak melakukan protes berlebihan. Nelayan yang belum terdaftar dapat mengusulkan nama melalui Dinas Perikanan untuk diprioritaskan pada program bantuan berikutnya.

Sementara itu, Marius Pakage menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat nelayan di wilayah Danau Tigi.
Menurutnya, bantuan yang diberikan saat ini merupakan salah satu program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan belum pernah dilakukan dalam skala yang sama pada periode-periode pemerintahan sebelumnya.
“Kita harus bersyukur dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik karena pemerintah daerah telah menunjukkan perhatian yang besar kepada masyarakat nelayan,” ujarnya.
Marius juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berencana kembali menyalurkan bantuan perahu kepada nelayan yang belum pernah menerima bantuan serupa. Karena itu, masyarakat diminta untuk bersabar dan mendukung seluruh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Program bantuan tersebut menjangkau 36 kampung di wilayah pesisir Danau Tigi, sementara wilayah Distrik Bouwobado dan Kapiraya tidak termasuk dalam penyaluran bantuan tahun ini. (SK)







