TIMIKA – Pemkab Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika gelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak pada lembaga pemerintah, non-pemerintah, media, dan dunia usaha tingkat kabupaten/kota, Rabu (03/06/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan anak-anak SMP dan SMA/SMK serta guru pendamping. Adapun Narasumber berasal dari Perencana Ahli Madya Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan PHA Wilayah II, Kemen PPPA, Ety Sri Nurhayati.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, dalam sambutannya mengapresiasi DP3AP2KB Mimika atas penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak.
Ia menegaskan bahwa anak memiliki peran strategis sebagai penerus cita-cita bangsa. Oleh sebab itu, mereka perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.
“Forum Anak merupakan sarana yang sangat penting dalam mendorong partisipasi anak. Melalui forum ini, anak-anak dapat menyampaikan pendapat, gagasan, dan kebutuhan mereka sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan anak,” ujarnya.
Sementara dalam pemaparan narasumber, Ety Sri Nurhayati menegaskan bahwa Forum Anak memiliki peran penting sebagai wadah partisipasi anak untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta pendapat kepada pemerintah dan berbagai pihak terkait.
Menurutnya, peran Forum Anak harus menjangkau hingga tingkat kampung. Karena itu, pemerintah daerah perlu bersinergi dengan lembaga masyarakat, salah satunya melalui pembentukan Forum Anak di tingkat distrik. Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga diharapkan rutin melakukan kunjungan dan mengembangkan program-program yang mendukung partisipasi anak.
“Pemerintah nantinya bisa membuat kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran karena sudah sesuai dengan kebutuhan anak yang mereka sampaikan secara langsung atau melalui kotak saran,” ujar Ety saat diwawancarai.
Usai materi dilanjutkan dengan sesi diskusi di mana peseta tampak antusias dengan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, peran pemerintah dalam memfasilitasi Forum Anak sebagai ruang aman untuk menyampaikan pendapat secara bebas, hingga strategi menjangkau anak-anak di daerah terpencil. Kegiatan pun ditutup dengan pembentukan Forum Anak Tahun 2026. (Cr2)








