TIMIKA – Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika bersama Departemen Environmental PTFI menggelar aksi bersih kali di Jalan Ki Hajar Dewantara, Selasa (26/05/2026).
Adapun puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mimika akan digelar pada 5–6 Juni 2026 melalui expo lingkungan di kawasan Eme Neme Yauware. Kegiatan tersebut nantinya akan diramaikan dengan pagelaran budaya, berbagai lomba, serta edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santy Sondang, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Aksi kali tersebut merupakan rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang sebelumnya telah diisi dengan kegiatan bersih kampung, bersih rumah ibadah, bersih sekolah, hingga penanaman pohon di sejumlah lokasi di Mimika.
Menurut Santy, persoalan sampah di saluran air masih menjadi tantangan besar di Mimika karena dapat memicu banjir, menimbulkan penyakit, hingga merusak ekosistem lingkungan.
Ia pun mengajak masyarakat membangun kesadaran mulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga, dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan saluran air.
“Mari kita mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga, aktif dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan. Bersama membersihkan kali, bersama menjaga bumi. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat peringatan tertentu,” ujarnya.
Manager Environmental Central System and Project PTFI, Robert Sarwom, mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai dan saluran air yang selama ini dipenuhi sampah.
“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga lingkungan. Sehingga kami berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jefri Deda, mengungkapkan bahwa persoalan tumpukan sampah di aliran sungai maupun di bawah jembatan di wilayah Kota Timika telah terjadi selama bertahun-tahun dan hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan sehingga menciptakan suasana yang sehat, nyaman, dan lestari bagi generasi saat ini maupun yang akan datang.
“Masalah kebersihan tidak bisa diselesaikan hanya melalui aksi bersih lingkungan sesaat, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat. Kami terus mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” terangnya.
Ia menambahkan, aksi bersih kali ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan DLH Mimika setelah sebelumnya dilakukan kegiatan serupa di wilayah Mapurjaya. (Cr2)







