Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Kebaktian Budaya Bangsa Zona III Papua Tengah dan HUT ISKIM ke-20 Digelar di Nabire 

Etty Welerbadge-check


					Kebaktian Budaya Bangsa Zona III Papua Tengah dan HUT ISKIM ke-20 Digelar di Nabire  Perbesar

NABIRE – Ibadah Kebaktian Budaya Bangsa Zona III Papua Tengah dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-20 International Sion Kids Movement (ISKIM) resmi digelar di Gedung Graha Bethesda Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Selasa (12/5/2026). Kegiatan rohani yang berlangsung selama 12–14 Mei 2026 itu mengangkat tema: “Jangan Berhenti Berdoa untuk Sion Yerusalem Israel Sebelum Melihat Hasil.”

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh gereja, komunitas doa, pemuda, serta perwakilan berbagai suku dan daerah di Papua Tengah maupun wilayah Papua lainnya. Ibadah pembukaan dipimpin oleh pengkhotbah Pastor John Bunai dan berlangsung dalam suasana penuh pujian, penyembahan, serta semangat persatuan lintas suku dan budaya.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa perayaan 20 tahun ISKIM bukan hanya menjadi momentum syukur perjalanan pelayanan, tetapi juga menjadi panggilan spiritual untuk membangun generasi muda Papua yang takut akan Tuhan, hidup dalam persatuan, dan menjaga nilai-nilai budaya yang berlandaskan firman Tuhan.

Ketua Panitia Kebaktian Budaya Bangsa dan HUT ISKIM ke-20, Frans U. Magai, S.Sos., mengatakan bahwa ISKIM hadir sebagai gerakan pelayanan lintas suku yang bertujuan mempersatukan anak-anak Papua dan membangun generasi yang hidup dalam kasih Tuhan.

Menurutnya, pelayanan ISKIM mendorong seluruh suku bangsa di Papua agar tidak terpecah oleh perbedaan, tetapi menjadi satu kekuatan besar untuk memuliakan Tuhan berdasarkan norma dan nilai budaya yang baik.

“Kegiatan Sion Kids ini adalah International Sion Kids Movement. Pelayanan ini menjaga anak-anak Papua agar tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain, tetapi menjadi satu kekuatan yang dipersiapkan Tuhan bagi generasi Papua,” ujar Frans Magai kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa ISKIM membawa visi rohani tentang pentingnya kembali kepada nilai-nilai Alkitab dan membangun kehidupan yang takut akan Tuhan. Menurutnya, generasi muda perlu diarahkan untuk meninggalkan perbuatan yang bertentangan dengan nilai budaya dan ajaran firman Tuhan.

Frans Magai juga menekankan pentingnya pesan tentang Sion dan Yerusalem sebagai bagian dari pengajaran iman yang terus dikembangkan dalam pelayanan ISKIM.

“Sion adalah pusat kerajaan damai dan Yerusalem adalah kota Raja Besar. Kami percaya seluruh suku, kaum, dan bahasa dipanggil untuk hidup dalam damai dan memuliakan Tuhan,” katanya.

Dalam keterangannya, Frans menyebut Papua memiliki peran penting dalam pemberitaan Injil Kerajaan. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjaga persatuan, hidup dalam kasih, dan bersama-sama menjadi generasi yang membawa damai bagi bangsa-bangsa.

Ia menambahkan bahwa pelayanan ISKIM telah menjangkau berbagai wilayah di Papua bahkan sejumlah bangsa lain. Ke depan, kegiatan doa dan ibadah akan terus dilakukan secara rutin di Nabire.

“Setiap hari Sabtu kami berdoa untuk tanah Papua, suku, marga, dan masyarakat Papua supaya Tuhan menjaga dan memulihkan Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa yang diwakili Asisten I Setda Papua Tengah, Alantino Wiay, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan keluarga besar ISKIM atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Alantino Wiay mengatakan Kebaktian Budaya Bangsa memiliki makna penting bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah memperkuat nilai kebersamaan, persatuan, dan pembinaan karakter generasi muda Papua.

“Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting karena bukan hanya perayaan iman, tetapi juga menjadi ruang memperkuat nilai budaya, persatuan, dan kasih di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan Papua Tengah merupakan tanah yang diberkati Tuhan dengan keberagaman suku, bahasa, adat, dan budaya. Karena itu seluruh masyarakat diajak menjaga persatuan serta hidup damai dalam keberagaman.

“Saya percaya generasi yang dibangun dengan nilai moral dan karakter yang baik akan menjadi generasi yang kuat, takut akan Tuhan, serta mampu membawa perubahan positif bagi masa depan Papua Tengah,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, mendukung setiap kegiatan pembinaan masyarakat yang memberikan dampak positif bagi pembangunan manusia, kehidupan sosial, dan terciptanya kedamaian di daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan keluarga besar ISKIM yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nabire yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, S.P.,7 M.Si., juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Nabire terhadap pelaksanaan Kebaktian Budaya Bangsa dan HUT ISKIM ke-20.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting karena tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kehidupan sosial masyarakat di tengah keberagaman Papua.

“Kegiatan Kebaktian Budaya Bangsa ini sangat penting karena bukan hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga memperkuat persatuan dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Papua memiliki kekayaan budaya, adat, bahasa, dan keberagaman yang harus terus dijaga bersama melalui semangat saling menghormati dan hidup damai.

Ia berharap generasi muda Papua dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, cinta damai, dan mampu menjadi penjaga keharmonisan masyarakat.

“Mari kita terus bekerja sama membangun Nabire dan Papua yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” katanya.

Rangkaian kegiatan Kebaktian Budaya Bangsa dan HUT ISKIM ke-20 meliputi pembukaan atau opening ceremony, ibadah raya, deklarasi peniupan sangkakala, sambutan-sambutan, seminar rohani, jamuan kasih, hingga penutupan acara. Perayaan tersebut juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan pelayanan ISKIM sejak berdiri pada 14 Mei 2006 hingga kini memasuki usia 20 tahun.

Dalam momentum perayaan itu, panitia turut mengangkat firman Tuhan dari Yesaya 62:1-2 yang berbunyi:

“Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.”

Panitia berharap melalui kegiatan tersebut lahir generasi Papua yang takut akan Tuhan, mencintai persatuan, menjaga budaya, serta membawa damai bagi bangsa dan tanah Papua. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Mimika Olah TKP Penemuan Jenazah di Jalan Irigasi, Keluarga Diarahkan Buat Laporan

12 Mei 2026 - 13:56 WIB

IMG 20260413 WA0070

TPNPB Rampas Senjata Api Milik TNI AU : Saat Menjalani Tugas Pengamanan Rutin Di Paniai 

12 Mei 2026 - 13:49 WIB

IMG 20260511 WA0055

Jenguk Korban Penembakan di RSMM, Kapolda Papua Tengah : Perlunya Kolaborasi Mitigasi Pencegahan Terhadap Situasi Kedaruratan Bersama PT Freeport

12 Mei 2026 - 13:45 WIB

IMG 20260512 WA0019

Sinergi BPJS dan Kejari Mimika Dorong Kepatuhan Jamsos Ketenagakerjaan 

11 Mei 2026 - 16:48 WIB

IMG 20260511 WA0041

Pj Sekda Mimika Minta Distrik Dalam Kota Perketat Kebersihan Jelang Kedatangan Kepala Daerah se-Papua

11 Mei 2026 - 16:44 WIB

IMG 20260511 WA0000
Trending di Headline