TIMIKA – Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena akan ada stok masuk di tanggal 14 April 2026. Diperkirakan sekitar 5000 tabung 12 Kg akan masuk.
“Masyarakat tidak usah khawatir. Untuk suplai berikutnya akan ada dari Surabaya tetap jalan dan juga dari Makassar walaupun sekarang ini kita masih melakukan perhitungan untuk pengalihan supply ke Ambon,” kata Junaedi saat diwawancarai, Kamis (09/04/2026).
Memang baru-baru ini setelah stok bright baru masuk tanggal 7 kemarin, masyarakata kembali antre. Bahkan di salah satu distributor, stok 12 Kg sudah habis. Padahal, sebelumnya ada sekitar 1.100 tabung yang masuk dengan berat bervariasi antara 5.5 Kg, 12 Kg, dan juga 50 Kg.
Junaedi pun mengaku keterbatasan stok di Timika memang ada karena adanya keterlambatan kapal. Namun, ia menepis kalau ada isu yang mengatakan krisis tabung gas. Pembatasan penjualan dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok jangan sampai kosong.
“Yang mengatur penjualan penjualan itu adalah agen. Kami hanya memberi saran kepada agen untuk penjualannya sekian. Tetapi yang tetapi yang memiliki kewenangan penjualan itu adalah dari agen,” pungkasnya.
Terkait pengalihan itu, Pertamina akan segera melakukan pertemuan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan bagaimana teknis dan harga jual. (Cr2)









