Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 21 Maret Jelang Idul Fitri, Ketua DPD RI Serukan Penahanan Diri di Tengah Konflik Global

Headline

Personel Polres Dogiyai Tewas Dianiaya, Situasi Keamanan Masih Tegang

Etty Welerbadge-check


					Personel Polres Dogiyai Tewas Dianiaya, Situasi Keamanan Masih Tegang Perbesar

DOGIAI – Seorang personel Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai berinisial JE (24) dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat oleh orang tak dikenal (OTK), Selasa (31/3/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Jermias Rontini, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacok seriu

“Korban ditemukan sekitarPersonel Polres Dogiyai Tewas Dianiaya, Situasi Keamanan Masih Tegang pukul 10.40 WIT dengan luka bacok di bagian leher hingga kepala belakang, serta luka pada jari kelingking dan jari manis tangan kanan yang mengakibatkan kedua jari tersebut putus,” ujar Kapolda

Peristiwa itu terungkap saat personel Polres Dogiyai bersama saksi LR (44) tengah melakukan patroli di sekitar kompleks Ikebo sekitar pukul 11.40 WIT. Saat itu, aparat melihat warga berlarian dari arah pertigaan Puskesmas

Warga kemudian menginformasikan adanya seseorang yang tergeletak di parit depan gereja. Setelah dilakukan pengecekan, korban JE ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi ke RSUD Pratama Dogiya

Situasi kemudian memanas. Sekitar pukul 12.10 WIT, saat patroli lanjutan di jalan Trans Nabire–Enaro, Kampung Ikamenida, sekelompok masyarakat melakukan provokasi dengan melepaskan anak panah ke arah aparat

Dalam insiden tersebut, seorang anggota Polres Dogiyai berinisial Bripda AR (23) mengalami luka tembak di bahu kiri yang diduga berasal dari senjata jenis PC

Ketegangan berlanjut hingga malam hari. Sekitar pukul 18.30 WIT, sekelompok massa kembali melakukan penyerangan ke arah personel dan Markas Komando (Mako) Polres Dogiyai menggunakan panah dan bat

7Akibatnya, satu anggota lainnya berinisial AY (22) mengalami luka akibat terkena busur panah di bagian bahu belakang kanan

Kapolda menyatakan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban dari pihak masyarakat sipi

“Situasi di wilayah Kabupaten Dogiyai dalam keadaan aman dan terkendali. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang dan mempercayakan penanganan kepada aparat keamanan TNI-Polri,” tegasnya

Namun demikian, informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan bahwa hingga kini masih terdengar suara tembakan di beberapa titik. Warga juga melaporkan adanya dugaan korban dari kalangan sipil, bahkan disebutkan terdapat empat orang meninggal dunia akibat tembakan yang diduga berasal dari aparat.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

1 April 2026 - 14:57 WIB

Ketua dewan perwakilan daerah republik indonesia sultan bakt z2yq

Disperindag Kabupaten Mimika Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Imbau Warga Tidak Panik

1 April 2026 - 13:19 WIB

IMG 20260401 WA0076

Kericuhan Kembali Terjadi di Kwamki Narama Usai Prosesi Kremasi Jenazah 

1 April 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260401 WA0088

LPPD Provinsi Papua Tengah di Bidang Indeks Pembangunan Manusia Meningkat

1 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260401 WA0084

Rute Baru Nabire–Ambon Segera Dibuka, Pemprov Papua Tengah Dorong Konektivitas Antar Provinsi

1 April 2026 - 12:29 WIB

IMG 20260401 WA0082
Trending di Headline