Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai

adminbadge-check


					Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Perbesar

NABIRE – Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Beni Kristianto, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terealisasinya Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 159 siswanya.

Bantuan pendidikan tersebut merupakan hasil usulan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Papua Tengah, Senator Wilhelmus Pigai, yang saat ini bertugas di Komite III DPD RI dengan lingkup kerja pendidikan, kesehatan, agama, dan sosial.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan langsung oleh Beni Kristianto kepada Beatus Malir, selaku Staf Ahli Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai, saat melakukan kunjungan dan konfirmasi ke SD Inpres Nabarua, Kabupaten Nabire. Selasa, (06/01/2026).

“Puji Tuhan, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Wilhelmus Pigai yang telah mengusulkan anak-anak kami, sehingga sebanyak 159 siswa SD Inpres Nabarua dapat menerima Program Indonesia Pintar,” ujar Beni Kristianto.

Ia menilai bantuan PIP sangat membantu para siswa, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, seragam, alat tulis, hingga kebutuhan penunjang belajar lainnya.

Sementara itu, Beatus Malir, selaku Staf Ahli Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai, menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah siswa yang belum masuk atau ditolak dalam nominasi penerima PIP akibat kendala administrasi dan validasi data.

Menurutnya, penolakan umumnya terjadi karena data siswa tidak lolos verifikasi sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, di antaranya karena tidak sinkron dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Bagi siswa yang belum terdaftar dalam DTKS, orang tua dapat mengusulkan melalui kantor kelurahan atau RT/RW dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu,” jelas Beatus.

Selain itu, kendala lain yang kerap ditemukan meliputi duplikasi NISN, kemungkinan siswa menerima bantuan APBN dari instansi atau lembaga lain, NPSN sekolah belum terdaftar, penghasilan orang tua di atas ketentuan, serta ketidaksinkronan data orang tua dengan data kependudukan.

Ia juga menekankan pentingnya kesesuaian Kartu Identitas Anak (KIA) dalam Kartu Keluarga dengan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Beatus mengimbau agar siswa yang belum menerima PIP atau mengalami penolakan segera melakukan pengecekan ulang data dan melaporkannya kepada operator sekolah, sehingga dapat kembali diusulkan dan berpeluang memperoleh bantuan PIP pada tahap berikutnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3AP2KB Mimika Sosialisasikan Pemenuhan Hak Anak, Bentuk Forum Anak 2026

3 Juni 2026 - 14:43 WIB

IMG 20260603 WA0031

Tingkatkan Kualitas Pengadaan Barang dan Jasa, PPK Se-Mimika Dibekali Pemahaman TKDN Berdasarkan Aturan Baru

3 Juni 2026 - 14:38 WIB

IMG 20260603 WA0033

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Gelar OJT Kusta, Filariasis, dan Hepatitis di Paniai

3 Juni 2026 - 10:35 WIB

IMG 20260603 WA0023

Babak Baru Kasus Sopi Dek 4 KM Leuser, Berkas Tersangka A.T.K Kini di Tangan Kejari Mimika

3 Juni 2026 - 10:31 WIB

IMG 20260603 WA0029

Warna-Warni Bendera Piala Dunia Hiasi Jalanan, Omzet Pedagang Siap Meroket

3 Juni 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260603 WA0028
Trending di News