Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Ibu Hamil di Papua Meninggal Dunia Diduga Ditolak RS, Komite III DPD RI Desak Evaluasi Pelayanan

adminbadge-check


					Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma Perbesar

Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma

JAKARTA – Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoroti kasus kematian seorang ibu hamil, Irene Sokoy, beserta bayi dalam kandungannya di Sentani, Papua. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penolakan dari sejumlah rumah sakit saat membutuhkan penanganan medis darurat.

​Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, merespons peristiwa tersebut dengan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

​Berdasarkan laporan yang diterima, korban sempat dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, pihak keluarga menghadapi kendala dalam mengakses layanan medis. Beberapa alasan yang dikemukakan pihak rumah sakit antara lain ketidaktersediaan dokter spesialis, keterbatasan fasilitas medis, hingga penuhnya ruang rawat inap kelas III bagi peserta BPJS Kesehatan.

​Di sisi lain, upaya keluarga untuk memindahkan pasien ke fasilitas kelas VIP terkendala oleh biaya. Akibat situasi tersebut, penanganan medis terhadap pasien menjadi tertunda hingga akhirnya korban dan bayi yang dikandungnya dinyatakan meninggal dunia.

​Menanggapi hal ini, Filep Wamafma menyatakan bahwa akses kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus diprioritaskan, terutama dalam kondisi gawat darurat. Ia menekankan pentingnya peran dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam menjamin akses kesehatan bagi Orang Asli Papua (OAP).

​”Saya prihatin dengan kejadian ini. Akses kesehatan itu kebutuhan dasar, apalagi di kondisi darurat yang berhadapan dengan nyawa. Kejadian ini harus mendapat perhatian dan didalami secara khusus,” ujar Filep dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/11/2025).

​Filep mendesak pemerintah daerah untuk lebih memfokuskan anggaran pada sektor kesehatan guna mencegah terulangnya kasus serupa. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam manajemen rumah sakit agar prosedur administrasi tidak menghambat penanganan pasien kritis.

​”Ketika masyarakat dalam keadaan kritis namun terkendala kondisi kurangnya dokter spesialis atau penuhnya kamar, ini menjadi catatan serius. Pemerintah perlu memastikan layanan kesehatan berjalan taktis dan tidak berbelit,” tambahnya.

​Komite III DPD RI menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendorong adanya tindakan tegas jika ditemukan unsur kelalaian dalam pelayanan publik tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248

Bupati Lantik 18 Kordinator KONI Distrik Kabupaten Mimika Masa Bakti 2026 – 2030, Olahraga Dimulai dari Kampung ke Kota 

5 September 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260905 220842

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023
Trending di Headline