Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Ketemu DPD RI, John NR Gobai: Blok Wabu Adalah Ruang Hidup Masyarakat Intan Jaya

Etty Welerbadge-check


					Ketemu DPD RI, John NR Gobai: Blok Wabu Adalah Ruang Hidup Masyarakat Intan Jaya Perbesar

JAKARTA – Suara lantang Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak melihat Blok Wabu hanya sebagai lokasi tambang emas. Bagi masyarakat Intan Jaya, kata dia, Blok Wabu adalah ruang hidup, tanah adat, dan sumber kehidupan yang diwariskan leluhur.

“Kenapa orang menolak Blok Wabu? Karena itu gunung bula, tempat hidup mereka,” ucap Gobai penuh penekanan saat bertemu dengan anggota DPD RI di Jakarta, Jumat, (3/10/2025).

Gobai melukiskan kondisi nyata masyarakat Intan Jaya. Anak-anak tidak bisa bersekolah karena sekolah-sekolah tutup, sementara orang tua hidup dalam ketakutan di tengah konflik bersenjata.

“ Bagaimana mau ambil sumber daya, sementara anak-anak gadis, bapak, mama, dan keluarga mereka harus hidup dalam ketakutan, bahkan terbunuh?” tanyanya lirih.

Ia juga menyinggung soal dampak lingkungan yang mengancam.

“ Tailingnya mau dibuang ke mana? Apakah orang-orang di sekitar Gunung Bula harus diungsikan dari tanah mereka sendiri?” tegas Gobai.

Menurutnya, pembangunan seharusnya menyiapkan SDM lokal, bukan justru merampas ruang hidup. Ia bersyukur, dalam pertemuan sebelumnya Menteri ESDM memastikan bahwa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok Wabu hingga kini belum ditandatangani.

Lebih jauh, Gobai mengingatkan agar tidak ada upaya cipta kondisi di Papua Tengah. Ia menolak penempatan pos-pos militer secara masif, perdagangan senjata, maupun segala bentuk provokasi yang justru menciptakan ketakutan baru.

“Konflik ini diciptakan oleh siapa? Negara atau kita sendiri? Mari kita koreksi diri bersama agar Papua Tengah tetap damai. Suara yang kita bawa ini adalah suara bersama, suara rakyat yang meminta keadilan,” ujarnya menutup pertemuan dengan DPD RI. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IDI Cabang Mimika Resmi Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Kesehatan Wilayah

28 Juni 2026 - 11:22 WIB

20260628

dr. Enny Kenangalem Dilantik Pimpin IDI Cabang Mimika Periode 2025–2028

28 Juni 2026 - 10:57 WIB

20260628

5 Anggota OPM Mewuluk Kodam XXVIII Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI 

27 Juni 2026 - 22:54 WIB

IMG 20260627 WA0049

Bupati Puncak Resmikan Gereja GKII Petrus Kalimangga di Nabire, Ajak Jemaat Perkuat Persatuan

27 Juni 2026 - 21:54 WIB

IMG 20260627 WA0128

Polda Papua Tangani 104 Kasus Narkotika, 151 Tersangka Diamankan dalam Enam Bulan

27 Juni 2026 - 12:46 WIB

IMG 20260627 WA0030
Trending di Headline