Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Bupati Deiyai Buka FGD Pemenuhan Hak Anak, Tekankan Pendidikan dan Kesehatan

Etty Welerbadge-check


					Bupati Deiyai Buka FGD Pemenuhan Hak Anak, Tekankan Pendidikan dan Kesehatan Perbesar

DEIYAI — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., mengajak keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, gereja, dan masyarakat untuk memperkuat peran dalam memenuhi hak anak. Ia menegaskan bahwa setiap anak di Kabupaten Deiyai berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan yang layak, serta pembinaan karakter sejak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebijakan atau Regulasi Daerah dalam Penyelenggaraan Pemenuhan Hak Anak (PHA) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Aula Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Selasa (20/10/2026).

 

Dalam sambutannya, Melkianus menegaskan bahwa pemenuhan hak anak tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan sekolah. Peran orang tua dalam mendampingi, mengawasi, dan memastikan pendidikan anak harus menjadi perhatian utama dalam kehidupan keluarga.

“Pembinaan anak kembali kepada orang tua. Pendidikan menjadi kunci,” tegasnya.

Ia secara khusus mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai yang memiliki anak usia sekolah agar memberikan perhatian langsung terhadap pendidikan anak, termasuk mengantar mereka ke sekolah pada pagi hari.

IMG 20261020 WA0037

Menurutnya, keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan belajar dan menanamkan kedisiplinan kepada anak. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga melalui perhatian dan keteladanan setiap hari.

Posyandu dan PAUD Perlu Terus Diaktifkan

Selain pendidikan, Bupati Melkianus Mote menyoroti pentingnya mengaktifkan pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Ia meminta agar Posyandu terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan, serta deteksi dini terhadap masalah kesehatan dan perkembangan anak.

“Posyandu harus aktif. Zaman belum ada uang saja orang ramai datang. Sekarang juga harus tetap aktif,” ujarnya.

Bupati berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya membawa anak ke Posyandu secara rutin. Dengan pelayanan yang berjalan secara berkelanjutan, pertumbuhan dan kondisi kesehatan anak dapat dipantau sehingga kebutuhan mereka bisa ditangani lebih dini.

Ia juga menekankan bahwa PAUD memiliki peran penting sebagai fondasi pendidikan anak sebelum memasuki sekolah dasar. Karena itu, pelayanan pendidikan usia dini perlu mendapat perhatian dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.

“Orang Deiyai wajib, anak sehat dan anak pintar,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Deiyai harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama kesehatan, pendidikan, dan pengasuhan yang baik.

Gereja Turut Berperan Membentuk Karakter Anak

Bupati juga mengingatkan pentingnya peran gereja dalam mendukung pertumbuhan karakter dan kehidupan spiritual anak-anak di Deiyai.

Ia mengimbau agar kegiatan Sekolah Minggu di lingkungan Gereja Katolik maupun Gereja Kemah Injil (Kingmi) terus diaktifkan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

“Sekolah Minggu juga harus aktif, baik Katolik maupun Kingmi,” ungkapnya.

Menurut Bupati, keluarga, sekolah, dan gereja memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk kepribadian anak. Melalui pengasuhan di rumah, pendidikan di sekolah, serta pembinaan iman di gereja, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, disiplin, dan memiliki karakter yang baik.

Ia berharap seluruh unsur tersebut dapat membangun kerja sama yang berkelanjutan agar pemenuhan hak anak tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Pemkab Deiyai Siap Tindak Lanjuti Hasil FGD

Dalam kaitannya dengan penyusunan kebijakan pemenuhan hak anak, Melkianus menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk menindaklanjuti hasil diskusi sesuai rekomendasi yang dihasilkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabila hasil FGD merekomendasikan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup), pemerintah daerah akan mempertimbangkan dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku.

“Setelah pertemuan, kalau memang disuruh buat Perbup, kami akan tindak lanjuti,” tegasnya.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kebijakan daerah yang mendukung perlindungan dan pemenuhan hak anak, sekaligus memberikan landasan bagi perangkat daerah terkait dalam menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Sementara itu, Ketua Panitia FGD, Mesak Gobai, S.E., yang juga menjabat Kepala Bidang Perlindungan Anak, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebagai bahan penyusunan regulasi pemenuhan hak anak.

Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur perangkat daerah terkait, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan pemerhati anak. Berbagai masukan dari peserta diharapkan dapat memperkaya pembahasan dan menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan serta tantangan pemenuhan hak anak di Provinsi Papua Tengah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, gereja, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak.

Pemenuhan hak anak diharapkan menjadi bagian penting dari pembangunan daerah, sehingga setiap anak di Deiyai memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, mengenyam pendidikan, mengembangkan potensi, serta membangun masa depan yang lebih baik. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pansus DPRK Mimika dan Freeport Sepakat Gunakan Skema Upah Proses, Nasib Buruh Moker Masuk Tahap Penuntasan

21 Oktober 2026 - 10:10 WIB

IMG 20261021 WA0033

IPMANAPANDODE Sorong Raya Rayakan 12 Wisudawan dengan Tema Iman dan Pengabdian

21 Oktober 2026 - 09:54 WIB

IMG 20261021 WA0048

Kesbangpol Mimika Gelar FGD Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi ASN, Tekankan Profesionalitas dan Integritas

21 Oktober 2026 - 09:42 WIB

IMG 20261021 WA0041

Bhabinkamtibmas Bagi-Bagi Masker ke Calon Paskribaka Mimika 2027

21 Oktober 2026 - 09:38 WIB

IMG 20261021 WA0035

Bupati Deiyai Pantau Pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Gakokebo

21 Oktober 2026 - 09:33 WIB

IMG 20261021 WA0034
Trending di Headline