NABIRE – Polda Papua Tengah bersama TNI, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan sejumlah instansi terkait mengerahkan sekitar 350 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Nabire.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., kepada awak media usai Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 di Bandara Lama Nabire, Senin (24/8/2026).

Gustav mengatakan, pengerahan personel merupakan hasil sinergi dan kolaborasi Polda Papua Tengah dengan TNI dari Korem 173/Praja Vira Braja, Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk BPBD, Satpol PP, pemadam kebakaran dan Dinas Kesehatan.
“Kurang lebih ada 350 personel yang bekerja setiap harinya secara bergantian. Di dalamnya ada perkuatan dari Polda Papua Tengah, Korem, BPBD, Damkar, Satpol PP dan Dinas Kesehatan,” ujar Gustav.
Selain personel, operasi penanganan Karhutla juga diperkuat dengan berbagai sarana pendukung. Di antaranya kendaraan angkut personel dari TNI dan Polri, ambulans Dinas Kesehatan, ambulans Polda serta TNI.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyiapkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran, sementara pihak Bandara Nabire turut membantu dua unit kendaraan pemadam untuk penanganan di sekitar kawasan bandara.

Menurut Gustav, personel saat ini dibagi dalam dua sektor besar, yakni wilayah Nabire Barat dan wilayah timur Nabire. Personel ditempatkan pada posko kepolisian di Polsek Nabire Barat dan Satbrimob Polda Papua Tengah.
“Untuk saat ini kita sudah bagi untuk kegiatan di dua sektor besar, yaitu di Nabire Barat kemudian di timur yang setiap personel akan terfokus di posko kepolisian kita di Polsek Nabire Barat dan di Satbrimob Polda Papua Tengah,” jelasnya.
Di kedua sektor tersebut, personel TNI-Polri bersama BPBD, Damkar dan Satpol PP melakukan pemantauan, patroli mobile serta upaya pemadaman apabila ditemukan titik kebakaran.
Selain penanganan langsung di lokasi, tim gabungan juga melakukan patroli terpadu di wilayah kota untuk memantau dan mendeteksi informasi mengenai titik api maupun potensi terjadinya kebakaran.
Gustav menegaskan, pemerintah provinsi melalui Satgas Karhutla memberikan perkuatan kepada pemerintah kabupaten dalam penanganan kebakaran.
“Provinsi ini membantu memberikan perkuatan kepada kabupaten. Mereka juga melakukan sosialisasi untuk preventif,” katanya.
Dalam upaya pencegahan, jajaran Polda Papua Tengah juga mengintensifkan kegiatan preemtif dan preventif. Unit lalu lintas dan Bhabinkamtibmas dilibatkan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, sementara patroli dilakukan untuk mendeteksi titik api maupun potensi kebakaran.
Gustav menambahkan, pola penanganan tersebut akan terus disempurnakan seiring dengan pembentukan dan penguatan Satgas Karhutla Provinsi Papua Tengah agar operasi di lapangan dapat berjalan lebih tertata dan efektif.
“Ke depan nanti akan terus disempurnakan supaya Satgas Karhutla Provinsi Papua Tengah ini bisa tertata lebih baik lagi untuk bisa kita operasionalkan di lapangan,” pungkasnya. (MB)






